Search

Deni Suryana

Hidup Akan Berarti Saat Kita Sanggup Berbagi

Tag

Belajar

Guru, Kehidupan!

Tanggal 25 November di Indonesia diperingati sebagai hari Guru Nasional. Luar Biasa, saya sangat senang melihat tagline dimedia ramai-ramai mengucapkan selamat hari guru nasional. Saya secara pribadi merasa sangat berhutang budi kepada guru-guru saya, baik dari pendidikan formal maupun informal.

Continue reading “Guru, Kehidupan!”

Tegal AKan Keluarkan Larang Nonton pada Jam Belajar

Pemerintah Kota Tegal akan mengeluarkan larangan menonton televisi saat jam belajar siswa di rumah. Langkah ini dilakukan agar para siswa memiliki waktu belajar yang tepat. Continue reading “Tegal AKan Keluarkan Larang Nonton pada Jam Belajar”

5 Hal yang Harus Wanita Pelajari dari Pria

Pria dan wanita seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Dengan karakter masing-masing yang khas, mereka bisa saling memahami dan belajar demi terciptanya hubungan harmonis antarpasangan.

Berikut beberapa karakter pria yang mungkin bisa menjadi pelajaran menarik bagi wanita, seperti dikutip dari Times of India: Continue reading “5 Hal yang Harus Wanita Pelajari dari Pria”

Belajar Dari Pensil

Belajar Dari Pensil

1. Pensil tidak bisa dipakai kalau tidak diraut.
Demikian halnya kita, kita harus senantiasa mempertajam dan mengasah diri.

2. Pensil dipakai untuk menulis, bisa menulis hal-hal baik, bisa juga yang buruk.
Tindakan baik atau buruk itu tergantung pada diri kita sebagai pelakunya.

3. Kalau salah menulis dengan pensil bisa dihapus.
Kalau kita membuat kesalahan, kita bisa segera menghapus dan menggantinya dengan yang lebih baik. Belajar dari kesalahan.

4. Pensil tidak dilihat dari luarnya yang beragam rupa, tapi isinya yang menentukan.
Demikian pula dengan kita, tidak dilihat dan dinilai dari penampakan luarnya namun dinilai karena hatinya.

5. Pensil bisa dipakai menulis karena ada yang menggerakkan.
Demikian halnya dengan kita, kita bergerak dan berbuat kebaikan karena ada Allah yang menggerakkan hati kita.

Jika…

Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.
Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.(dni/cnj).

Up ↑

%d bloggers like this: