Pagi ini headline news isinya masih membahas hiruk pikuk tentang Pilpres dan Pileg serentak 2019 yang sudah dilewati dan dilaksanakan pada 17 April 2019. Stop, bahasan tentang ini hanya sampai disitu saja.

Kita akan Coba membahas tentang Sikap dalam berkompetisi. Sejak sekolah di SD (kebetulan saya tidak mengenyam pendidikan di Paud/ TK) saya sering kali mengikuti namanya perlombaan atau kompetisi, mulai dari Lomba Nadoman (Lomba puji-pujian di Sekolah Agama), Lomba Sepak Bola antar kelas, antar sekolah, antar RT, antar Kampung.

juara-karena-pintar-atau-rajin-343968-1Waktu SMP dan Waktu SMA pun sama, sering kali mengikuti kegiatan berkompetisi. Manfaat yang didapat apa?

  1. Kita jadi orang yang mau berlatih
  2. kita jadi orang siap berkompetisi
  3. kita jadi orang yang mau melampaui batas
  4. kita jadi orang yang siap menang dan siap kalah

namanya berkompetisi tentu ada kemungkinan, Menang atau Kalah. Tidak ada dalam sejarah orang berkompetisi juara 1 nya ada 2 orang tentu ada juara 1 dan ada juara 2 bahkan ada juara 3.

Sejak kecil di SD kita udah diajarkan bahwa kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, kekalahan adalah sebagai media untuk kita berintrospeksi diri dan mereview apa yang salah, apa yang kurang, apa yang harus diimprove dan apa yang ditinggalkan.

Pun kemenangan bukan berarti kita harus berhenti dan merasa paling hebat. Bagi pemenang, kemenangan pun memerukan evaluasi. Apa saja faktor yang menyebabkan kita menjadi pemenang, siapa bintang dalam kemenangan tersebut, seberapa besar peran setiap anggota team dalam kemenangan tersebut. kemudian apa yang kita imporve agar dipertandingan selanjutnya kita tetap bisa menjadi pemenang. karena sejatinya tidak ada pemenang sejati, jika kita lengah kemenangan pada pertandingan selanjutnya bisa saja hilang dengan mudah.

Setiap pertandingan adalah adu strategi, adu kekuatan, adu penguasaan lapangan dan adu skill. Sehingga jika menjadi pemenang atau yang kalah tetaplah harus melakukan review, evaluasi dan perbaikan.

Kita harus belajar dari pertandingan Sepak Bola, bahwa siapa pun yang menang kita harus menerimanya. Dan dalam setiap pertandingan kita harus percaya dengan sang Wasit dan hakim Garis sebagai penengah. Jika kepercayaan sudah hilang tentu tidak perlu ikut pertandingan. karena akan sia-sia belaka.

Salam

catatan kaki langit