Semalam Saya mendengar sebuah cerita di Radio. Cerita tentang Anak Paling Bodoh.

Cerita nya kurang lebih seperti ini :

Suatu hari ditempat cukur/ barbershop seorang pemuda yang sedang dicukur ngobrol dengan tukang cukur. Ditengah asyik berbincang Paman Tukang Cukur menunjuk seorang anak kecil yang sedang duduk duduk didepan Barbershopnya.

Dia bilang “Mas, Coba lihat anak itu? anak itu anak terbodoh, anak yang paling bodoh yang pernah saya temui”

Pemuda itu menjawab “Masa sih Mas, kenapa bisa bilang begitu?, sebodoh apa anak itu? Apakah karena dia tidak bisa membaca atau menulis?”

Paman Tukang Cukur menjawab “Bukan, Anak ini kalo saya kasih duit pasti ngambil yang nominalnya paling kecil. sebentar selesai Mas-nya cukur kita buktikan” 

Beberapa saat kemudian setelah selesai dicukur pemuda itu menagih Paman Tukang Cukur untuk membuktikan bahwa Anak itu adalah Anak Paling Bodoh. Paman Tukang Cukur pun segera mengambil uang. 1 uang Koin Rp. 1000; dan 1 Uang Kertas Rp. 2000; dan memanggil si anak itu.

“Hei, A kesini. Kami pilih salah satu dari 2 uang ini”. Kata Paman Tukang Cukur

Kemudian si A datang dan memilih salah satu uang tersebut, dia mengambil uang yang Rp. 1000; Lalu si A pergi.

“Nah, coba liat anak itu setiap kali saya kasih untuk memilih uang dia selalu mengambil yang paling kecil nominalnya. Apa gak bodoh? kan kalo kita pasti pilih yang paling besar” Ucapnya dengan bangga karena berhasil membuktikan ucapannya.

Sang Pemuda segera membayar uang Cukurnya dan langsung meninggalkan tempat cukur/ berbershop dengan berjalan kaki. Selang beberapa jauh dia bertemu dengan dengan Si A yang tadi dikasih uang sama Tukang Cukur.

Sang Pemuda pun memanggilnya, “A, coba kesini

Si A pun mendatangi si Pemuda. Si Pemuda pun bertanya “A, kenapa tadi saat diminta milih tadi kog malah milih yang Rp. 1000; bukannya Rp. 2000; kan enak tuh kalo dapat Rp. 2000; lebih besar bisa jajan lebih banyak?”

Si A pun menjawab “Saya sengaja memilih Rp. 1000; karena kalo saya milih Rp. 2000 maka saya tidak akan mendapat lagi uang. Permainan Selesai dan dia tidak akan lagi memanggil saya sebagai anak Bodoh, dan tidak akan lagi memberi uang ke saya untuk mengolok-olok saya”.

Sang Pemuda pun mengangguk-angguk.

Pesan cerita ini, sering kali kita menganggap orang lain itu bodoh dan kita pintar padahal sejatinya kita lah yang bodoh dan dibodohi orang yang kita anggap bodoh tersebut.

Salam