Seberapa yakin anda dengan CV yang dikirim ke headhunter/ recruiter akan dibaca? atau minimal diterima dengan baik? Mungkin banyak diantara pencari kerja yang asal-asalan mengirimkan CV nya entah karena tidak tahu atau karena malas.

Saya sering kali menerima kiriman CV via email hanya melampirkan CV saja tanpa ada keterangan dia melamar posisi apa. Bahkan tidak ada ‘signature’-nya. Kami sebagai Recruiter/ Head hunter tetap akan membaca email tersebut bahkan sampai dengan CV nya akan kami cek. Karena kami sangat menghargai setiap CV atau lamaran pekerjaan yang masuk.

Nah, agar CV kita tidak hanya diterima/ dibaca doang oleh headhunter ada beberapa tips yang dapat kita siasati, sebagai berikut :

  1. Tuliskan Subject email sesuai dengan posisi yang dilamar. Biasanya headhunter/ recruiter saat mempromosikan/ memboardcast iklan loker mereka akan mencantumkan posisi yang vacant/ tersedia itu posisi apa. Misal : HR Officer/ Finance Officer. Maka pada Subject email dapat ditulis : “Apply HR Officer”. Jangan dikosongkan subject nya.
  2. Berikan lampiran. Banyak diantara pelamar yang hanya menulis lamaran dibody text tanpa memberikan lampiran. Lampiran bisa berupa CV, Paklaring, Pas Photo, Ijazah,dll
  3. Pastikan lampirannya memiliki ukuran/ quota tidak lebih dari 2 MB atau maks 3 MB. Biasanya quota email masuk pada email kantor dibatasi pada quota 2-3 MB.Jika lebih dari itu bisa-bisa email yang dikirim tidak diterima
  4. Pastikan setiap lampiran diberikan title/ nama agar recruiter mudah memilah berkasnya. Contohnya : 1. CV – Deni S, 2. Ijazah – Deni S, dst
  5. Gunakan email profesional jangan email alay. Contoh email profesional : denisuryana@gmail.com. contoh email alay : deni_yangtersakiti@yahoo.com

Dengan beberapa hal diatas, Semoga CV yang dikirimkan akan menarik Head Hunter untuk memanggil anda/ kita ketahap selanjutnya.

 

 

 

Advertisements