Alhamdulillah Pilkada 2017 Putaran kedua di DKI Jakarta berlangsung sejuk damai. Saya menyaksikan berbagai channel televisi yang melaporkan dan memantau secara langsung. Kagiatan Pilkada ini damai.
Pilkada Jakarta hanya foreplay, coba-coba strategi para konsultan pemenangan dan team pemenangan Pilkada dan Pilpres. Jika strategi yang ini bagus dan berhasil, saya meyakini bahwa strategi ‘perang’ pada pilpres akan menggunakan cara-cara yang sama atau mirip dengan Pilkada Jakarta. Atau bahkan lebih panas lagi.
 
Mengaduk emosi para simpatisan, mengaduk jiwa para pemilih, mengoyak-ngoyak rasa para pendukung setia. Hingga saling bermusuhan karena pilihan politik, hingga saling melemparkan umpatan, hinaan, cacian, kata-kata kotor yang tidak layak dipertontonkan.
 
Kita bisa saksikan dengan mata telanjang, banyak sekali status, spanduk, atau perlengkapan kampanye lainnya yang isinya berisi kata-kata yang tidak layak untuk menyerang lawan politik.
 
Sekali lagi ini masalah politik, meskipun sering kali dibumbui oleh Agama, Ras, Suku, dan hal lainnya. Menurut sebagian orang ini murni masalah agama, bagi sebagian yang lain ini politik yang diaduk dengan dibumbui Agama sehingga lebih joss lebih nendang, lebih gurih.
 
Dengan dilakukannya pemungutan suara Jakarta hari ini, saya sangat ingin, tidak ada lagi permusuhan, pertikaian, perselisihan hanya karena pilihan politik.
 
Indonesia damai, Indonesia maju, Jakarta sejuk, Jakarta sejahtera.
 
Saya bukan orang jakarta tidak pula tinggal di Jakarta, hanya pernah ikut merasakan jalanan jakarta, hanya pernah merasakan bagaimana sumpeknya pemandangan saat terjadi kemacetan.
 
Salam Damai
 
#tetapsemangat #kerja #pilkada
 

 

 

Advertisements