2 tahun terakhir setiap hari kita disuguhkan dengan berita, kabar dan berbagai macam postingan tentang cyber war. Kubu si A melawan kubu si B. Si A menjelek-jelekan si B, si B membantah dan berbalik menyerang si A. Terus demikian hingga membuat jengah. Oh ya jika dilihat saat mereka memposting tulisan mereka sepertinya orang-orang keras dan sangat keukeuh dengan apa yang mereka tulis.

Yang saya lihat perang antar 2 kubu ini tidak ada habisnya, tidak ada ujungnya saling serang. Saling menjatuhkan. Entah apa maksud semua ini, entah kenapa pula semua ini terjadi.

Berbicara tentang keras dan lembut, ini sangat menarik. Kenapa? karena beberapa temen saya yang bisa berbicara lantang di media sosial dan seperti keras pada kenyataannya mereka lembek.

Banyak dari kita keras ketika berteriak, ketika menuntut, ketika menyalahkan orang lain. Namun ketika menyangkut diri kita sendiri kebanyakan dari kita lembek. Saya teringat sebuah pepatah “Keraslah terhadap diri sendiri, namun lemah lembutlah terhadap orang lain”.

Keras terhadap orang lain saya tidak perlu beri contoh karena jelas terpampang didepan mata. Namun lemah dan lembek terhadap diri sendiri ini yang jarang sekali diakui atau tidak disadari oleh kita.

Contoh, semestinya kita keras terhadap diri sendiri untuk disiplin, untuk shalat tepat waktu. Yang terjadi? kita masih sering masuk kerja terlambat, kita masih sering menomorsekiankan shalat, kita masih sering memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang kita buat dengan berbagai alibi.

Menurut saya, jika kita ingin berteriak lantang terhadap orang lain dan berharap iorang lain berubah dengan teriak lantang kita itu sedikit salah. Alangkah baiknya sebelum merubah orang lain, rubah dulu diri kita sendiri. Keraslah terhadap komitmen diri kita, show it! Maka orang lain pun dengan sendirinya akan memperhatikan dan jika dianggap positif mereka akan mengikuti kita menjadi followers kita.

Ah, sedikit melantur. Saya hanya sangat khawatir dengan kondisi saat ini dimana orang-orang lebih senang berteriak lantang menuntut perubahan namun mereka sendiri seperti enggan berubah. Berharap durian runtuh berharap ada keajaiban. Berharap harga-harga murah namun enggan bekerja keras untuk menjadikan harga-harga mahal tersebut menjadi murah dengan usaha dan penghasilan kita yang bertambah.

Entahlah, Semoga negeri ini senantiasa dalam lindungan-Nya. jauh dari perpecahan, yang menurut beberapa orang saat ini negeri ini sedang terkotak-kotak akibat baju bermotif/ corak kotak-kotak.
Jayalah Negeriku, Bangkitlah Bangsaku!

#catatankakilangit

Advertisements