Sepertinya Biasa, Namun Berbahaya

  • Saudara laki-lakinya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan :
    “Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?” Tidak ada,” jawab adiknya pendek. Saudara laki-lakinya berkata lagi, “Masa sih, apa engkau tidak berharga di sisinya?” aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa.
    Siang itu, ketika suaminya lelah sepulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah. Keduanya lalu terlibat pertengkaran. Beberapa waktu kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.
    Dari mana sumber masalahnya?
    Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki kepada adik perempuannya.

  • Saat arisan seorang ibu bertanya, “Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ya, Jeng? bukankah anak-anakmu banyak?”

Maka, rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu, mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.\

  • Seorang teman bertanya, “Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu?”. Ia menjawab “1,5 juta rupiah”. “Cuma 1,5 juta rupiah??” sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?”.
    Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan malah mem-PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.
  • Seseorang bertanya pada kakek tua itu, “Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan, Kek?” Si kakek menjawab, “Sebulan sekali”. Yang bertanya menimpali, “Wah… keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering”.

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat lapang dan rela terhadap anak-anaknya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

Apa sebenarnya keuntungan yang didapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas?. Tidak ada manfaat yang diperoleh, malah menciptakan kehancuran bagi orang lain. Janganlah menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini.

Semoga bermanfaat..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s