“Katanya” yang Berbahaya

Media sosial memang memiliki 2 sisi, positif dan negatif. Positifnya semakin banyak orang terhubung satu dengan yang lain, yang jauh menjadi dekat, mempermudah silaturahmi, mempererat rasa persaudaraan dan lain-lain. Disisi lain Media sosial saat ini di Indonesia saat ini media sosial dijadikan oleh beberapa orang untuk sarana berbagi hal-hal yang dapat menyulut perpecahan, menyebar kebencian dan lain-lain.Dan Sayangnya sebagian besar masyarakat Indonesia belum cukup dewasa untuk memilah dan memilih berita apalagi untuk mencernanya. Lebih banyak dari kita yang langsung percaya dengan berita yang dibagikan.

Beberapa kali saya sering berdiskusi dengan orang yang bersebrangan pendapat. Misal pembenci Si A akan menjelekan si B dan sebaliknya Pembenci si B akan menjelekan si A. Yang terjadi saat ini ada “perang” di media, saling serang, saling menjelekan, saling menyudutkan. Saya tanya, “sumber berita sampeyan dari mana?” Jawabannya sungguh indah “ya sumbernya berita yang saya share itu“. Saya tanya lagi “Apakah sampean yakin dengan sumber berita tersebut?” Jawabannya : “katanya temen satu team saya, beritanya benar dan valid“.

Ini yang berbahaya dan saat ini sedang terjadi di negeri kita. Miris, menyedihkan, mengkhawatirkan, banyak dari kita menerapkan “cinta buta” dalam membela seseorang terutama dalam panggung politik. Saya secara pribadi sangat tidak nyaman dengan kondisi di media sosial saat ini yang sepertinya dijadikan ajang perang.

Untuk menghindari “katanya” tadi ada baiknya kita sebelum melakukan share berita lakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Cross check, periksa kembali kebenaran berita yang beredar. Lakukan berulang-ulang tidak hanya dari 1 sumber berita saja. Dalam bahasa agama islam ini biasa disebut dengan “Tabayun”. Kata ini sempat menjadi trending saat terjadi debat beberapa waktu lalu. Cross Check kebenaran berita harus dilakukan terutama untuk berita-berita yang berkaitan dengan nama baik seseorang/ orang lain. Jangan sampai jadi fitnah.
  2. Manfaat dan Mudharatnya. Ini juga penting, setelah lakukan cross check lakukan juga yang namanya peninjauan berita dari sisi Manfaat dan Mudharatnya. Apakah jika dibagikan akan membawa manfaat, membawa berita bagus atau malah sebaliknya menimbulkan keresahan, memecah belah, menyebabkan keriuhan, dll.
  3. Dari sisi kita, ini saya lihat dari sisi diri pribadi. Kira-kira apa yang akan kita dapat dari berita / tulisan yang kita bagikan.Ingat tulisan atau berita yang kita bagikan didunia maya bisa dengan sangat mudah tersebar kemanapun, tergantung siapa yang menyebarkannya kembali.

Kita perlu berusaha menjadi orang yang bertanggungjawab salah satunya dengan cara tidak menyebarkan berita atau informasi yang kita tidak tahu kebenarannya. Secara etika itu tidak beretik. Secara agama dosanya bisa berkepanjangan, sepanjang berita atau informasi menyebar. Apalagi kemudian berita palsu itu akhirnya diyakini kebenarannya oleh orang.

Mari kita menjauhi kebiasan berkata “katanya” Jadilah manusia yang bertanggungjawab dan punya rasa malu bila menyebarkan berita yang ada kebohongan di dalamnya. Mari terbiasa jauhi perkataan “katanya” khususnya untuk berita buruk, negatif, fitnah, tuduhan dan tentang kredibilitas atau aib seseorang.

#catatankakilangit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s