Melesatkan Karier dengan Cara Sederhana

Ada orang yang pendidikannya sama, masuk kerjanya sama, di perusahaan yang sama namun dikemudian hari karirnya berbeda. Ada yang melesat tapi ada yang mentok atau dengan kata lain masuk kotak. Orang-orang yang “kalah” biasanya ada yang menuduh orang yang karirnya melesat dengan berbagai tudahan “dia pintar menjilat wajar kalau karirnya moncer.” Ada juga tuduhan “dia memang jago cari muka.” Sebagian lagi berkata “dia punya beking orang penting.”

Benarkah tuduhan itu? Mungkin ada yang benar tetapi menurut saya banyak salahnya. Selama saya bekerja, dan meniti karier, saya menemukan tiga hal mendasar yang membuat seseorang itu karirnya melesat. Memang ini hanya sekedar pengamatan saya bukan hasil riset dan penelitian mendalam, namun saya yakin ini bisa dijadikan bekal bagi Anda yang karirnya ingin melesat.

Pertama, Know your self. Orang-orang yang karirnya melesat adalah mereka yang tahu siapa dirinya. Ia tahu apa kekuatan dan kelebihannya, kemudian ia fokus kepada kekuatan dan kelebihannya itu. Bila ada pekerjaan menantang yang sejalan dengan kekuatan dan kelebihan yang ia miliki, langsung ia berani mengambil tanggungjawab itu. Kelebihan dan kekuatannya semakin terasah.

Dan hebatnya lagi, saat tak ada pekerjaan menantang dia akan meminta atau menciptakan tantangan sendiri untuk mengerjakan tantangan baru. Mereka bukan tipe orang yang transaksional, mereka sangat enjoy mengerjakan pekerjaannya. Nah, coba Anda renungkan sejenak, apa kelebihan dan kekuatan Anda? Sudahkan digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang menantang?

Kedua, Know your jobs. Ada orang rajin ke kantor tetapi sesungguhnya ia tidak produktif. Ada orang yang terlihat sibuk tetapi pekerjaan utamanya terabaikan. Ada orang yang profesinya sales tetapi ia malu disebut sales. Pahamilah apa pekerjaan Anda, tuntaskan dengan kualitas yang terbaik. Coba tulis apa pekerjaan utama Anda? Apakah semuanya Anda kerjakan dengan baik? Apabila dibuat skala 1-10 berapa nilai pekerjaan Anda?

Ketiga, Know your stakeholders. Apabila kita bekerja, stakeholders utama kita adalah pimpinan kita. Pahamilah visi, value, kompetensi dan maunya pimpinan Anda. Bukan untuk menjilat tetapi untuk memudahkan komunikasi, membuat Anda tahu bagaimana caranya membuat pimpinan Anda bangga dengan prestasi Anda. Ringankan tugas pimpinan Anda dengan cara Anda menuntaskan semua pekerjaan Anda melebihi standar yang ditetapkan pimpinan Anda.

Selain itu, Anda juga perlu paham semua stakeholder Anda, baik stakeholder internal maupun eksternal. Kemampuan Anda memahami stakeholder akan memudahkan Anda mendapat dukungan dari semua pihak. Sepinter-pinternya Anda, Anda membutuhkan dukungan dan bantuan orang lain khususnya stakeholder Anda.

Segera asah sensitifitas Anda untuk tiga hal tersebut di atas. Praktikkan secara konsisten, saya yakin beberapa tahun yang akan datang karir Anda melebih teman angkatan Anda yang tidak memahami tiga hal tersebut. Praktikkan sekarang juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s