Penyebab Karyawan Stress dan Tidak Produktif

Selamat Siang,

Hari ini 01 November 2016 Kota Balikpapan diguyur hujan yang cukup lebat. Akibatnya beberapa tempat tergenang air dan Banjir. Aktifitas pun banyak yang lumpuh. Alhamdulillah saya tiba ke kantor lebih awal sehingga terhindar dari kebanjiran.

Oh ya, siang ini saya tergelitik dengan beberapa rekan kerja yang sangat stress dalam menjalani pekerjaanya dikantor. Saya sering bertukar pendapat, bercerita dan melakukan konseling dengan karyawan yang saya lihat seperti tertekan dengan pekerjaannya.

Dari sekian banyak orang yang saya ajak konseling, ada beberapa hal yang membuat seorang pegawai tidak produktif atau bahkan merasa tertekan, tidak enjoy dan tidak menikmati pekerjaannya. Saya coba jabarkan hasilnya berupa ringkasan.

Faktor Atasan

Banyak sekali karyawan yang menjadi unproductive, stress, dan tidak enjoy dalam bekerja karena sikap atasannya yang ‘tidak cocok’ dengan karyawan. Entah karena si atasan yang egois, arogan, otoriter atau memang si karyawan yang gak punya chemistry dengan atasannya.

Saat ini banyak sekali artikel atau penelitian yang memberi kesimpulan bahwa lebih dari 50% penyebab karyawan resign adalah karena ketidak cocokannya dengan atasannya. Nah, menurut saya salah satu penyebab karyawan tidak nyaman, stress dan gejala tidak produktif lainnya adalah karena ketidak cocokan antara bawahan dan atasannya.

Ini pula yang saya temukan pada saat melakukan konseling dengan banyak karyawan yang saya perhatikan tidak enjoy dan stress menghadapi pekerjaannya. Solusinya hanya ada 2, beradaptasi atau hengkang meninggalkan si atasan. Keduanya memiliki konsekwensinya masing-masing.

Bukan Passion

Ada yang bilang “salah jurusan”. Iya, semestinya ketika bekerja kita bisa memilih pekerjaan sesuai dengan hasrat atau hati kita. Makanya saat interview biasanya HRD akan bertanya “Mbak/ Mas-nya seneng kerja dibagian apa?” Sayangnya tidak semua orang bisa berkata jujur saat ditanya ini, karena kondisi terdesak/ pengen kerja. Sehingga mereka menjawab asal yang penting diterima kerja.

Sehingga yang terjadi saat mulai bekerja mereka akan stress karena tidak sesuai dengan hati mereka/ passionnya. Temukan dulu passion kita, kesenangan kita, kesukaan kita ada dimana, dibagian apa. Jika sudah temukan, dalami, nikmati dan syukuri. jadilah ahli dibagian itu.

Perbedaan Budaya Perusahaan

Setiap kali kita memasukan lamaran atau mendapat tawaran kerja, jangan lupa cari referensi tentang budaya perusahaan tersebut. Supaya ketika saat masuk tidak “terjebak” dalam budaya yang salah yang tidak sesuai dengan diri budaya kita sendiri. Budaya perusahaan mulai dari cara berpakaian dan hubungan antar personal.

Banyak sekali orang yang ‘terjebak’ karena saat masuk mereka tidak tahu nilai-nilai budaya perusahaan. Sehingga mereka menjadi stress, tidak produktif dan akhirnya terjadi pengkerdilan karakter atau sudut pandang kita terhadap pekerjaan/perusahaan.

Dari 3 hal penyebab karyawan stress, tidak produktif, murung, tidak happy dengan pekerjaan obatnya memang hanya ada 2. Mencoba berkompromi, beradaptasi atau leave it!. cari kerjaan baru, cari tempat berkarya yang baru yang sesuai dengan diri kita.

Jika kita memilih untuk bertahan, berkompromi, beradaptasi 1 hal yang penting adalah memanage stress kita. bagaimana supaya apa yang tidak kita senangi saat ini bisa kita kompromikan dengan hati kita, sehingga kita akan tetap happy. memang tidak mudah, namun jika kita bisa melakukan, maka itu sangat luar biasa.

 

#catatankakilangit #bod #dream #hrd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s