Pimpinan Belum Tentu Seorang Pemimpin

Selamat Pagi,

Semangat hari Sabtu, bagi yang bekerja selamat bekerja dan tetap produktif. Bagi yang hari Sabtu libur bekerja selamat menikmati vacation nya bersama keluarga. Hari Sabtu ini saya tergelitik dengan percakapan saya dengan beberapa rekan saya. Beberapa waktu lalu saat saya sempat berdiskusi menganai apa itu pimpinan, apa itu pemimpin.

Bagi saya pimpinan belum tentu seorang pemimpin, banyak orang yang pasti tidak sepakat dengan pernyataan saya. Bagaimana bisa seorang pimpinan bukan pemimpin? Mari kita renungkan, berapa banyak pimpinan yang hanya merintah memberi instruksi, duduk manis dibelakang meja.

leadership
Ilustrasi Leadership

Menurut saya perbedaan Pimpinan dan Pemimpin adalah Pimpinan memimpin karena bermodal Surat keputusan/ SK, Surat Penunjukan dan Surat-surat Kuasa lainnya. Tapi mereka tidak punya yang dapat menggerakan hati folowersnya. Berbeda dengan pemimpin, mereka diikuti dan disegani karena seorang pemimpin punya hal-hal yang selalu melekat pada diri mereka. Mereka mampu menggerakan hati followers-nya.

Kita tentu pernah melihat seorang pemimpin tidak digubris bawahannya, staffnya. Tapi ada sesama staff yang malah diikuti dan digugu oleh sesama staff. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menjadi seorang pemimpin.

Ada beberapa point yang saya catat yang perlu dimiliki jika kita ingin jadi pemimpin, sebagai berikut :

Pemimpin harus Berinovasi

Seorang pemimpin harus bisa membuat terobosan-terobosan baru, bagaimana untuk mencapai target, performance dan perbaikan kinerja. Orang yang hanya mampu mempertahankan apa yang sudah ada, bukanlah seorang pemimpin. Seorang Pemimpin itu harus “liar” pemikirannya dan mampu membuat ide-ide perubahan.

Pemimpin harus Bisa Memberi Tantangan

Banyak pimpinan yang kerjanya disibukkan memberi perintah dan instruksi kepada anggota timnya. Namun seorang Pemimpin sejati menyibukkan diri memberi tantangan kepada yang mereka pimpin. Ia tidak takut anak buahnya yang dipimpinnya salah atau keliru. Ia memberi kepercayaan penuh kepada anggota timnya. Prinsipnya “salah perbaiki, gagal diulangi.” Dengan cara ini, ia semakin lama akan memiliki tim yang solid dan kapable dan siap mengembangankan timnya.

Pemimpin harus Bisa Membina, Menjaga dan Membangun Hubungan

Menurut saya ini yang cukup sulit dilakukan pimpinan, kenapa? karena banyak diantara mereka terlalu mementingkan Ego mereka. Mereka merasa Gue Bos-nya, Elo Siapa? cuma bawahan gue.

Banyak pimpinan yang terjebak dan ternina bobo dengan jabatan dan SK yang mereka pegang. Sehingga mereka hanya bisa memberika ancaman, instruksi dan arahan. Namun mereka lupa, bahwa menjadi pimpinan saja tidak cukup. Mereka harus menjadi pemimpin bawahan mereka.

Artinya apa? dia harus bisa membina, menjaga dan membangun  hubungan yang baik dengan subordinatnya. Pimpinan tanpa anak buah/ bawahan is nothing. Suksesnya seorang pimpinan tentu akan didorong oleh faktor anak buahnya, sebaliknya berhasil tidaknya sebuah team ditentukan oleh sikap kepemimpinan sang pemimpin.

#Catatankakilangit #dream #bod #fight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s