Untuk Berhasil tidak Perlu Pintar

Sore ini, selepas ashar saya duduk merenung sejenak. Saya teringat apa yang pernah disampaikan oleh Alm. Nenek saya. Saya flash back ke beberapa belas tahun yang lalu, disaat perjuangan hidup sangat berat.

Nenek dulu pernah bilang “teu kudu jadi jelema pinter, nu penting jadi jelema bener jeung pengkuh kana aturan agama jeung darigama”. Artinya kurang lebih begini “Tidak usah menjadi orang pintar, yang penting jadi orang baik/ benar, dan berpegang teguh pada nilai-agama dan aturan-aturan yang ada (komitmen dan Integritas)”.

Sore ini saya renungkan apa yang disampaikan Alm Nenek, Alhamdulillah apa yang dikatakan beliau sangat relevan.

Semasa sekolah saya sering takjub dengan rekan-rekan saya yang pinter nilai akademisnya selalu tinggi selalu juara kelas. Mereka Luar Biasa!!! Menginjak kuliah, saya pun sering takjub sering kagum dengan rekan-rekan yang jago menghapal sehingga saat ujian nilainya bagus, IPK Cum Laude, waw. tentu itu Anugerah yang luar biasa. Mereka beruntung diberi talenta luar biasa.

———————————————————————–

Dalam perjalanan waktu saya, menyaksikan bahwa ternyata untuk menjadi orang yang berhasil dalam karier, dan hal lain ternyata pintar saja tidak cukup. Banyak sekali faktor lain yang menjadi faktor pendukung keberhasilan. Salah satunya adalah komitmen dan integritas.

Saya banyak menemui rekan-rekan saya yang semasa kuliah mereka biasa-biasa saja bahkan bisa dibilang nakal, badung, IPK juga tidak terlalu bagus namun mereka saat ini memangku jabatan yang bagus, pekerjaan yang bagus dan berhasil dengan usahanya sendiri.

Ini luar biasa, saya banyak berdiskusi dengan mereka. Ternyata faktor yang membuat mereka berhasil adalah ketekunan, komitmen dan integritas.

Tekun

Ya, tekun. Mereka yang memiliki IPK pas-pasan dan berhasil merasa bahwa mereka harus bekerja dengan tekun karena mereka bersyukur bisa diterima kerja. Sehingga mereka bekerja dengan all out. hasilnya luar biasa.

Komitmen

Mereka berkomitmen terhadap diri sendiri, bahwa mereka  harus bisa berhasil meski dengan prestasi akademik yang pas-pasan. Mereka berkomitmen dengan waktu, tidak molor, datang sebelum jam kerja dimulai, komitmen menyelesaikan setiap tugas yang dibebankan kepada dirinya.

Integritas

Mereka memegang teguh kepercayaan yang telah dipercayakan kepada mereka. Tidak melakukan aksi-aksi yang dapat merusak nama baik mereka. Tetap selalu melibatkan Tuhan dalam setiap urusan menjadikannya nomor satu. Berintegritas dalam pekerjaan dan kehidupan spiritual.

Tiga komponen ini ibarat obor yang terus menyala menerangi jalan karir mereka. Tiga hal ini ibarat guidance mereka dalam meraih karir cemerlang.

Bagi siapa pun jangan pernah berkecil hati apalagi pesimis jika nilai akademis kita jelek, sambil terus berusaha, belajar, melakukan mentoring, upgrade ilmu perbanyak networking tetaplah pegang teguh komitmen dan integritas kita. Tuhan selalu punya cara untuk membuat kita berhasil.

Tidak ada kata mustahil, tidak ada kalimat tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak. So, tetaplah optimis jangan pesimis. Setiap dari kita diberi talenta yang luar biasa bukan? setiap orang punya keunikan sendiri-sendiri. Setiap dari kita berhak untuk menjadi orang yang berhasil sesuai dengan kriteria masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s