Hari ini, 28 Oktober 2016 adalah hari sumpah pemuda. Bagi sebagian orang hari sumpah pemuda dimaknai sebagai hari dimana para pemuda harus bisa berkontribusi bagi Bangsa dan Negara. Sebagai momentum kebangkitan. Ah, semua seakan basi, semua hanya sebatas status sebatas seremonial belaka.

Sekolah, instansi pemerintahan melakukan upacara dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Memang benar sih, kita harus menghormati jasa para pahlawan. Lalu, milik siapakah Sumpah Pemuda? Apakah milik mereka yang masih muda diusia belasan hingga 20an. Ah tentu saja tidak. Bagi saya Sumpah Pemuda adalah milik mereka yang tetap berjiwa muda meski angka usia tak lagi muda. Yang terpenting bukanlah angka usia, namun semangat jiwa mudanya.
Banyak pemuda di Negeri yang memiliki semangat usia lanjut. Mereka pesimis, tidak ada semangat untuk berkarya hanya berpangku tangan. Tidak ada effort untuk merubah nasib, hanya berharap diberi. Ah, Generasi macam apa itu!
Memaknai Sumpah Pemuda haruslah dengan semangat yang terbarukan semangat pemuda penuh harapan, pemuda optimistis, pemuda visioner dan mampu berkomitmen tidak hanya rajin melakukan update status, hanya main media sosial. Namun tidak produktif.
Bangsa ini perlu mereka yang mau bergerak mengayunkan langkah untuk kemajuan negeri ini. Jika pun belum bisa berkontribusi untuk negeri paling tidak jadilah pemuda yang mampu menghidupi diri sendiri. Jadi pemuda yang mandiri dan berpenghasilan. Usia saya memang tidak muda lagi, bukan usia belasan.
Namun semangat saya sangatlah muda, masih menggebu-gebu untuk memperbaiki Bangsa, Negara terutama SDM di desa.
Salam Pemuda
Advertisements