Kita Diperalat

Betapa saat ini semua seakan abu-abu

Betapa saat ini semua seakan samar-samar

Indonesia terluka, Indonesia bersedih

Kebhinekaaan kini terjerembab. Semua hanya karena 1 hal. Kekuasaan, Jabatan !

Gila, ya betapa gilanya. Betapa orang rakus haus kekuasaan itu tega menghancurkan kebhinekaan, mengahncurkan kedamaian bangsa.

Sadarlah kawan, kita sedang diadu untuk berebut kekuasaan. Beberapa menggunakan alat agama, karena isu agama memang isu paling sensitif dinegeri ini.

Ah, betapa kita telah dibodohi. Renungkan sejenak. Ada orang, ada kelompok yang sedang tertawa riang, terbahak!

Menyaksikan orang-orang hilang akal demi kekuasaan. Sadarlah! Kalian diperalat!

Rasa sedih hati menyaksikan anak Bangsa diadu bak domba, seperti ayam sabung. Bagi sebagian mereka bangga karena diberi julukan pembela agama, mujahid!

Sadarkah kita, bahwa kita sedang jadi bahan olokan, bahan guyonan, bahan tertawaan umat lain? Hey, bukankah cara terbaik mengalahkan keangkuhan adalah dengan kasih dan cinta?? Bukan dengan bara amarah?

Marah tentu boleh, tapi jika terlalu berapi-api bukan kah itu perbuatan syetan? Sadarlah kita diperalat! Bukankah agama mengajarkan ketika kita marah ambillah air wudhu kemudian shalat?

Masih belum sadar? Tarik nafaslah, beristigfar kawan. Ingat kita diperalat, kita dikomporin. Ada orang yang sedang panen rupiah, panen dolar dibalik teriak lantang, dibalik status memprovokasi.

Hai, ayo sadarlah.

Kita semua memang tidak mau apa yang menjadi keyakinan kita dihinakan, dinistakan. Tapi apakah tidak ada cara elegant untuk menyampaikan keberatan itu?

Bukankah Tuhan punya cara untuk menghukun orang ingkar? Jika hukum dunia tumpul, ingat saja Hukum-Nya sangat tajam dan tidak pernah salah.

Saya sangat heran ketika ada statement untuk melakukan pembunuhan. Allahu Akbar! Istigfar, nyebut! Agama tentu tidak akan membenarkan hal ini. Saya bukan ahli agama, bukan ahli hadist apalagi ahli tafsir. Tapi setahu saya agama Islam yang saya pelajari dan anut tidaklah seperti itu.

Saya ingat beberapa tarikh menceritakan betapa lembutnya Nabi Muhammad kepada orang yang membencinya, orang yang bahkan akan membunuhnya.

Ayo kawans, sadarlah. Berdakwahlah dengan kasih, cinta. Tunjukkan bahwa islam itu Rahmatanlilalamin.

Biarkan perebutan kekuasaan terjadi, biarkan mereka beradu. Kepala kita, pikiran kita tetap harus tenang.

Ambillah air wudhu, shalatlah. Shalat Fardhu, Shalat Tahajud, Shalat Dhuha, Shalat Hajat, Shalat Istikaharah. Bermunajatlah agar kita diberikan pemimpin yang Amanah. Ingatlah keluarga kita yang harus diberi nafkah! Bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Lawanlah hawa nafsumu, bukankah melawan hawa nafsu itu adalah jihad terberat.

Jika kita ingin memilih pemimpin seiman, berkonsolidasilah. Bersatulah, tidak perlu melakukan hal anarkis. Malu sama umur.

Ayo berpolitik cerdas, ayo berpolitik cerdas. Dan jadilah pemeluk, penganut dan pengamal ajaran Agama yang peka dan taat.

Salam hidup damai

Salam hidup bermartabat

#catatankakilangit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s