Kesalahan Umum Pelamar Kerja

Selamat Pagi,

Selamat Berakhir Pekan,

imagesPagi ini, saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan ilmu dari apa yang sering saya alami dalam pekerjaan saya sebagai seorang karyawan. Angka pencari kerja kita setiap tahun terus naik, hal ini karena tidak seimbangnya antara lapangan pekerjaa yang tersedia dengan jumlah lulusan sekolah dan universitas sehingga persaingan untuk mendapat pekerjaan sangatlah ketat.

Beberapa hal yang menjadi catatan saya ketika melakukan interview dengan pencari kerja, kebanyakan dari pencari kerja kita seakan asal dalam melamar kerja. Nah, berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering saya temui ketika melakukan interview dengan para pencari kerja:

Tidak Tahu Posisi yang Dilamar

Ini biasanya saya temukan pada pelamar kerja yang baru lulus sekolah atau fresh graduate. Ketika ditanya hendak melamar posisi apa, mayoritas menjawab posisi apa saja yang ada atau dibutuhkan.

Atau ada juga yang mencantumkan jabatannya misal Account Officer, Account Excetive namun tidak tahu itu pekerjaan apa (Asal mencantumkan). Nah, bagi rekan-rekan pencari kerja saran saya ketika akan melamar pekerjaan, pastikan dulu bahwa rekan-rekan tahu akan melamar posisi/ jabatan apa dan cari tahu gambaran pekerjaannya. Agar tidak kikuk ketika diinterview.

Copy Paste Lamaran Pekerjaan dalam Bahasa Asing

Saya sering kali menemukan pencari kerja melamar pekerjaan dengan menggunakan bahasa asing, ini sah-sah saja selama tahu arti dari surat lamaran tersebut. Saat menulis surat lamaran pastikan rekan-rekan tahu dan paham apa yang ditulis, usahakan menulis/ mengetik sendiri, jangan copy paste supaya kita tahu dan paham.

Pun ketika kita ditanya riwayat hidup jika kita menulisnya sendiri kita akan dengan sangat mudah menjabarkannya.

Pasrah

Banyak pelamar yang ketika ditanya minta gaji berapa jawabannya, tergantung kebijakan perusahaan atau sesuai dengan kinerja saya. Hmmm… jawaban ini tidak salah namun mengesankan bahwa rekan pencari kerja pasrah dengan apapun yang diberikan perusahaan. Ingat kita harus berani meminta dan menyebut angka. untuk fresh graduate biasanya perusahaan akan memberikan gaji sesuai UMK untuk posisi tertentu.

Mau ditempatkan, mau dikasih posisi apa saja boleh. Namun ketika ditawari posisi sales mereka mundur. Ini memberikan kesan bahwa kita tidak konsisten dengan ucapan kita. Katanya mau kerja apa aja asal halal namun ditawari sales tidak mau. hehehe… ini paling banyak ditemui.

Interview tidak memperhatikan ‘Manner’

Di Kota Balikpapan, jujur saja banyak orang typical ini. Entah kenapa banyak pencari kerja ketika dipanggil interview datang hanya dengan menggunakan baju kaos, bahkan pakai sandal. Hmmmm… jelas ini bikin illfeel penginterview.

Usahakan jika mendapat panggilan interview gunakan pakaian yang rapi. Baju kemeja, bersih, pakai celana panjang dan gunakan sepatu. Ingat ada istilah, kesan pertama begitu menggoda. Bukankah saat interview kita sedang “menjual” kemampuan kita.

Manners artinya tatakrama. Artinya tidak hanya cara berpakaian, sikap ketika diinterview pun harus diperhatikan. Jangan terlalu tegang. jangan bersikap berlebihan, rileks saja. Jaga tatakrama dan sopan santun ketika interview.

Demikian sedikit sharing saya, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s