Bangsa Pencela

Sejak Pilpres lalu, dimulai sejak kampanye saya perhatikan Banyak orang orang Indonesia cenderung menjadi pencela. Cenderung menjadi penyebar kebencian terhadap golongan tertentu atau kelompok lainnya.

Seolah Orang Indonesia saat ini digiring untuk menjadi orang yang mudah membenci, memaki bahkan mempermalukan lain. Sedih jelas sangat sedih.

Bangsa ini saat ini perlu perubahan, perubahan sikap  perubahan paradigma, perubahan total. Saat ini bangsa ini sedang menghadapi masalah besar.

Masalahnya bukan perang bersenjata namun perang dingin melalui media. Orang lebih senang online dimedia sosial ketimbang bekerja. Orang cenderung lebih senang mengkritik orang lain ketimbang memperbaiki dirinya sendiri. Orang lebih senang melihat perpecahan dibanding mempersatukan.

Kita semua sadar, masalah terbesar bangsa ini saat ini adalah kemalasan dan sikap pencela warganya. Bangsa ini sedang diadu, divide et impera istilah kompeni zaman dulu. Kita diadu dengan debat kusir tanpa ujung.

Generasi kita sudah sangat terlena, sehingga lupa berkarya, generasi ini sudah dinina bobokan dengan berbagai kemudahan, sehingga lupa bekerja keras.

Ayolah, bangkit. Singkirkan rasa malas, buang rasa benci terhadap orang lain. Ayo bangkit, songsong masa depan. Bangsa ini perlu generasi pembaharu yang briliant. Ingat jasa para pendiri bangsa, mereka menumpahkan darah demi kemerdekaan. Kita sebagai pengisi kemerdekaan jangan mau dipecah belah orang orang yang anti persatuan, anti keberagaman atau anti kerukunan.

Percayalah, menjadi pencela itu tidak akan membuat hidup kita damai, atau pun sejahtera. Namun akan menjadikan kita jauh lebih tercela dari orang yang dicela. Memberi kritik tentu saja boleh, tentu tidak dilarang. Namun, kitaperlu sadar bahwa didunia ini tidak ada kebebasan yang terlalu bebas. Akan ada kaidah, akan ada batasan akan ada norma yang mengatur dan membatasinya.

Mulailah dari diri sendiri dengan introspeksi diri, sudah baik kah kita? sudah berapa banyak yang kita berikan untuk negeri ini? Sudah seberapa jauh kita membahagiakan orang tua kita? dan banyak pertanyaan lainnya untuk self reminder.

Mencaci, mencela tidak akan merubah apapun. Lebih baik berkarya dan bekerja dengan penuh cinta, niscaya diri akan berjaya.

Catatan Kali Langit

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s