Kenapa LGBT Bisa Booming?

Dalam 2 atau 3 minggu ini Indonesia sedang ramai membicarakan topik seputar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Topik ini mulai ramai semenjak case yang menimpa salah satu artis yang dilaporkan ke Kepolisian oleh orang yang mengaku sebagai korban.

Dan pada akhir minggu lalu kita kembali dikejutkan dengan berita serupa. What’s happen? What’s going on? then, why its can be?

Fenomena LGBT sebenarnya bukan hal baru? Kita semua sepakat bahwa LGBT sudah ada sejak zaman dahulu kala. LGBT sebenarnya seperti fenomena Gunung ES, case jauh lebih banyak dibanding dengan yang muncul kepermukaan.

Siapa yang salah?

Jika kita mencari siapa yang salah dengan fenomena LGBT? Semua orang saya yakin akan mengernyitkan dahi, atau mengangkat bahu, dan bilang “siapa yang patut disalahkan?” apakah keluarga? apakah lingkungan? apakah negara? atau kah Tuhan?

Banyak orang berpendapat bahwa menjadi LGBT bukan kehendak mereka, namun itu adalah takdir Tuhan. Benarkah demikian? Bagi sebagian orang ini tentu akan jadi dilema. Namun menurut saya Tuhan tidak ingin umat-Nya menjadi seorang LGBT.

Terus kenapa bisa booming?

Tanpa kita sadari banyak sekali hal yang menciptakan, menjadikan, membentuk seseorang melakukan penyimpangan. Misalkan : tontonannya, pergaulannya, lingkungannya. Namun, yang sangat halus masuk ke dalam keluarga kita adalah tayangan televisi.

Silahkan cek, hampir semua statiun televisi berlomba menampilkan tayangan : Pria melambai, pria feminim, pria berdandan dan berpakaian kewanita-wanitaan, pria berdandan dan bergincu tebal. Ayo, sadarkah kita bahwa hal ini sudah kita anggap wajar dan biasa sehingga kita membiarkan anak-anak menyaksikannya tanpa didampingi.

Secara tidak sadar hal ini sudah masuk kedalam alam bawah sadar anak-anak, generasi muda bahkan kita sendiri. Dan menganggap hal ini lumrah dan sudah biasa. Tentu saja ini salah! Saatnya mulai saat ini semua tayangan seperti ini kita hentikan demi masa depan anak cucu kita.

Bisa kita bayangkan jika hal ini tetap kita biarkan, 10, 20, 30, 40 tahun yang akan datang seperti apa generasi penerus kita? saya yakin akan rusak secara moralitas.

Sudah saatnya pemerintah melalui Komisi Penyiaran Indonesia membuat regulasi yang tegas dan sanksi yang berat sampai pencabutan ijin siaran jika diperlukan ketika pengusaha pertelevisian masih menayangkan orang-orang dengan kelakuan tidak biasa tersebut.

Memang bagi media, menampilkan sosok-sosok gemulai dianggap menambah rating tayangan, menambah pundi-pundi keuntungan. Namun, apakah tega dengan memperkaya diri sendiri namun mengorbankan nasib dan masa depan bangsa? Saya ‘yakin masyarakat Indonesia masih banyak yang menyenangi tayangan ‘normal’ tanpa adanya sosok-sosok gemulai dan lain-lain.

Ayo selamatkan nasib anak cucu kita, kita selamatkan masa depan Indonesia.

Kenapa LGBT dilarang?

banyak kalangan yang mempertanyakan larangan / perlawanan terhadap LGBT, mereka berdalih Hak Asasi dan dalih lainnya.

Simplenya begini :

Tuhan menciptakan Pria dan Wanita salah satu tujuannya adalah untuk saling mencintai, menyayangi dan menghasilkan keturunan demi kelangsungan dan kelanjutan hidup umat manusia.

Bayangkan jika yang saling mencintai perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki, tentu tidak akan menghasilkan keturunan bukan? Atau perilaku biseksual? tentu akan banyak menimbulkan wabah penyakit? Masih ragu? silahkan lihat disekitar, penyakit seks menular dengan gampangnya menular dan menyebar dimana-mana.

Atau Transgender? tentu ini menyalahi kodrat. Seorang yang terlahir sebagai pria merubah diri menjadi perempuan ini adalah sebuah penghinaan terhadap Tuhan. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan sempurna, masih ragu? silahkan diperiksa fisik kita masing-masing, dan mari bersyukur dengan yang ada pada diri kita saat ini.

Salam…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s