Beban dan Cara Memikul

Jumat penuh semangat, bagi yang hari sabtu dan minggu libur. Bagi sebagian lain Jumat tak lebih dari hari biasa dan bagi sebagian yang lain hari Jumat adalah hari raya kecil dimana dirayakan dengan melakukan Ibadah Shalat Jumat.

Pagi ini kantor kami melakukan kegiatan Jalan Santai mengelilingi perumahan disekitar kantor sekalian melakukan branding, brand awareness untuk warga sekitar kantor.

Siang ini, sebagai seorang manusia yang masih hidup memiliki beberapa target dan beban yang harus segera diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. Disini yang kita perlukan adalah bagaimana memanage agar semua target dan beban tersebut bisa kiat selesaikan tepat waktu atau bahkan sebelum cut off time nya.

Beban, semua orang pasti memilikinya, terlebih orang yang memiliki atau memangku jabatan strategis. Banyak orang yang memiliki kekuasaan atau jabatan menjadi stress kalah bahkan menyerah dengan beban yang diberikan padanya. Kenapa?

Kadang kala bukan karena beban atau targetnya yang terlalu berat tapi banyak dari kita atau mereka salah memikul, memanggul atau memangku beban tersebut. Sehingga mereka menjadi mudah lelah, lekas pegal dan akhirnya menyatakan ketidakmampuannya.

Saya masih ingat saat kecil dulu di Kampung Cinunjang Desa Mandalamekar, pekerjaan sehari-hari saya saat masih dibangku SD-SMP adalah mengambil kayu bakar, membantu paman mengangkat kelapa (menjadi buruh panggul), mencarikan rumput untuk ternak, dan pekerjaan kasar lainnya yang memerlukan otot.

Saya ingat sekali dulu sama Kang Ibin (sekarang menjadi PNS di SMPN 3 Salopa/ SLTPN 2 Jatiwaras). sering kali diajari bagaimana cara memanggul beban (kayu bakar) agar tidak lekas pegal dan merasa beban terlalu berat. Dulu, kayu bakar yang saya panggul biasanya diberi alas dari kayu halus/ balukang (dahan kelapa) kenapa? karena kayunya halus dan tidak membuat pundak sakit.

Atau jika tidak menggunakan balukang bisa juga menggunakan awi garing dan atau lantas (bambu kering/ bambu muda yang dibelah menjadi dua) yang dijadikan alas pada kayu bakar yang akan dipanggul.

Dari kejadian/ pengalaman masa kecil dulu, saya bisa menyimpulkan bahwa cara kita memikul beban sangat menentukan apakah kita akan sanggup memikul, memangku, atau mengangkat beban yang dipercayakan pada kita.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa Beban yang diberikan kepada kita sebenarnya bisa kita pikul, bisa kita pangku dengan baik jika kita tahu cara memangku, memikul dan memanage dengan baik seperti pengalaman saya kecil dulu.

Hal ini saya terapkan pada kehidupan saya sehari-hari dan dunia kerja yang saya geluti.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s