Bersyukurlah Kita Masih Diberi Masalah

Hidup, ya saat ini kita masih diberi nikmat hidup. Dengan bukti, saya bisa menulis, pembaca juga bisa membaca, bisa bernafas dan 1 lagi yang membuktikan kita masih hidup adalah kita semua memiliki masalah. Ya, kita semua memiliki masalah. Entah masalah keluarga, masalah keuangan, masalah pekerjaan dan lain sebagainya.

Masalah, sering kali orang ingin lari dari masalah. Banyak orang memimpikan hidup tanpa masalah? mungkinkah? Saya rasa selama kita hidup, kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah. Bukankah sandal hilang sebelah juga masalah? bukankah ayam yang buang hajat diteras juga masalah?

Masalah adalah suatu kepastian dalam hidup kita, kita tak bisa hidup tanpa masalah. Tinggal bagaimana kita menghadapinya. Apakah kita akan merasa tertantang atau malah kita merasa tertekan. Silahkan tentukan pilihan kita masing-masing.

Bagi yang merasa masalah adalah tantangan tentu akan menghadapi hidup dengan penuh semangat, penuh gairah dan penuh keyakinan. Kenapa karena mereka berkeyakinan bahwa masalah yang dihadapi adalah suatu cara untuk meningkatkan kualitas diri. Tentu kita masih ingat, ketika saat sekolah dulu setiap kali akan naik kelas tentu kita harus menghadapi ujian untuk mengetahui sejauhmana kemampuan kita pada kelas sebelumnya. Jika kita dinyatakan lulus maka kita akan mengalami kenaikan kelas to the next level.

Sama, bagi kita yang sedang bekerja. Masalah adalah suatu keharusan. Kita harus berani menghadapinya, face it or leave it. Jika kita bisa menghadapi masalah dengan baik, percaya saja waktu akan memberi kita banyak sekali kesempatan untuk menapaki jenjang karir, jabatan, dan remunerasi yang lebih baik dari sebelumnya.

Sebaliknya, bagi mereka yang berpikir masalah adalah tekanan dan membuatnya tertekan maka hidupnya akan penuh dengan kepenatan. Lelah mendera, tidak fokus, penuh dengan keluhan, dan stress.

Kita sering kali menemukan orang yang merasa kecewa dengan hidupnya, orang yang mengumpat Tuhan, orang yang tidak mendapat kedamaian dalam hidupnya. Kenapa? ya karena mindset mereka yang salah tentang masalah.

Mereka berpikir Tuhan memberi masalah karena Tuhan tidak sayang mereka. Tuhan tidak adil, dan lain sebagainya. Sehingga dia stress dan tertekan, yang terjadi kemudian adalah mereka tidak berkembang bahkan cenderung menciut kapasitas dirinya. pun dengan kapabilitas mereka dalam menyelesaikan permasalahan hidup.

Intinya, hidup itu pasti akan ditemukan dengan yang namanya masalah. Masalah adalah pertanda bahwa kita masih hidup. Bersyukurlah! dan camkan dalam diri kita bahwa kita akan menghadapi masalah itu dan melewatinya dengan baik.

Salam.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s