Jangan Ada Benci di Hati

Benci, Kebencian menurut saya adalah awal dari banyaknya terjadi kejahatan kemanusiaan. Tengoklah Adolf Hitler dengan Nazinya yang membantau ribuan bahkan Jutaan umat Yahudi. Atau silahkan tengok aksi-aksi kekerasan yang terjadi disekitar kita. Aksi kekerasan atas nama Agama atau Mengatasnamakan Agama, Whatever yang pasti Kebencian menghasilkan banyak sekali korban. bahkan korban yang sama sekali tidak tahu apa-apa.

Sejak kecil, saya Deni Suryana sudah kenyang sekali dengan yang namanya di-bully yang namanya dihina, yang namanya disakiti orang. Saya sudah kenyang. Dulu saat saya kecil saya sering kali menangis saat ada teman-teman saya mengganggu baik mem-bully maupun menyakiti secara fisik.

Saya sangat lemah. Jika sudah demikian, satu-satunya tempat saya mengadu adalah Almarhum Nenek Saya, Syurga Na’im  untuknya. Apa yang Nenek saya selalu katakan saat itu. “Ulah dilayanan, antepkeun we…ulah rek mika ceuceub, keun da Allah mah teu sare, engke ge aya wawalesna (basa sunda).” Artinya kurang lebih : ” Jangan dilayani, biarkan saja, jangan membencinya, Allah tidak tidur nanti juga akan ada balasannya.”

Ajaran itu atau wejangan itu hingga saat in masih saya pegang teguh. Jangan pernah membenci siapapun, jika orang lain berbuat jahat bencilah tindakannya bukan orangnya. Jika Orang lain menyakitimu, tetaplah berbuat baik kepadanya.

Kebencian menurut saya adalah sumber dari banyak permusuhan, perselisihan, dan kejahatan lainnya. Dari itu, mari biasakan setiap kali berdoa untuk mendoakan hati kita agar senantiasa terjaga dari rasa benci.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s