Memancing di Media

Fenomena yang menarik terjadi di Media, baik media social seperti facebook, twitter, path dan yang lainnya. Atau di Media Massa terutama online dan Layar Kaca. Namun saya berpendapat bahwa perilaku netizen atau pengguna media online lebih seru untuk diamati. Fase perubahan fungsi media dan perilaku di media ini diawali sejak pertarungan pilpres 2014 yang lalu. Persaingan antar 2 kubu sangat sengit.

Setelah selesai pilpres pertempuran antar dua kubu pun belum selesai, dimedia massa, media online dan media lainnya kedua kubu masih bertarung, masih saling menghujat dan masih saling membodoh-bodohkan. Memag sangat miris, imbas dari perang argument pada pilpres kemarin sangat terasa didunia nyata.

Nah, sekarang setelah Presiden Indonesia baru, pun wakilnya berserta perangkat menterinya. Makin banyak komentar atau pernyataan atau pun isu, atau kabar burung yang disampaikan oleh entah siapa dan menjadi booming dimedia. Anehnya hampir semua isu yang ada itu selalu mendiskreditkan, atau menjelekan kinerja dan tidak menghargai kerja orang lain.

Dan dari kegiatan ‘mancing’ isu dimedia saat ini sudah ada beberapa orang yang menjadi terkenal dan memiliki banyak penggemar, follower dan pembela abadi.

Jujur, saya sering melihat lini masa teman-teman saya di media massa, kebanyakan dari mereka masih saja sering membahas hal-hal yang menurut saya kontraproduktif bagi diri mereka mau bangsa ini. Mereka hanya mengorek kesalahan yang dibuat-buat dan diada-ada seolah-olah dialah, dan idolanya pada pilpres lah yang paling benar.

Saya sering merasa miris, ada beberapa pertemanan yang rusak hanya karena perbedaan opini tentang pemerintahan. Bagi siapapun yang sedang memancing di media, saya berharap segeralah bertobat. Segeralah sadar, hidup ini tidak hanya mengorek dan berkomentar atau berargumen. Hidup itu harus prosuktif, kalau pun mengkritik kritiklah dengan cara-cara yang baik dan jangan merusak kehidupan berbangsa.

Menggiring opini itu baik, giringlah opini anak-anak bangsa untuk selalu berpikir positif, giring opini anak bangsa agar produktif, jangan hanya meracuni mereka dengan omong kosong dan kebencian terhadap orang lain atau orang yang berbeda pendapat.

Hidup ini sudah ditetapkan untuk selalu berbeda, bukankah ada hikmah dibalik setiap perbedaan? Coba pikirkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s