Menikah, sesuatu yang sangat membahagiakan ketika merencanakanny, mempersiapkannya serta menjalaninya. Terlebih jika dengan segera Allah SWT menganugerahkan anak kepada pasangan yang sudah menikah. Itu yang saya alami, rasanya hidup ini amat sempurna. Kebahagiaan yang tiada tara kebahagiaan yang tidak bisa diucapkan dan diungkapkan dengan kata-kata. Amazing pokoknya.

Dalam menjalani, mengarungi dan meniti tangga pernikahan atau sering disebut rumah tangga, seringkali perjalanannya tidak mudah, sama seperti menaiki anak tangga. Tidak semua orang sanggup menaikinya dengan mudah, ada yang terenga-engah, ada yang memutuskan berhenti ditengah jalan dan ada yang terus mencoba mencapai puncak meski dengan tenaga dan nafas yang tersisa.

Itu analoginya, pernikahan adalah langkah panjang yang tidak mudah. Menjalaninya perlu ilmu, ilmu syukur, ilmu menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, ilmu berbagi, ilmu pengertian dan ilmu tidak egois. Semuanya tidak mudah namun bukan berarti sulit.

Menurut saya inti dari pernikahan adalah ilmu-ilmu yang saya sebutkan diatas tadi. dan yang paling utama adalah ilmu menerima. Pernikahan bukanlah menyatukan banyak perbedaan, namun bagaimana caranya menerima setiap perbedaan dengan rasa syukur. Banyak pasangan memutuskan berpisah hanya karena sudah tidak cocok, sudah tidak satu visi dan sebareg alasan lainnya. Kecuali alasan logis seperti kekerasan itu wajar jika ingin berpisah.

Bukankah pernikahan itu menyelaraskan langkah dalam perbedaan, beda jenis kelamin, beda latar belakang, beda keluarga dan beda-beda yang lainnya. So, mari belajar menerima apapun keadaan pasangan kita, dan jangan lupa untuk bersyukur. Insya Allah, rumah yang diarungi akan awet dan bertahan selama-lamanya. semoga!

Advertisements