Dalam setiap organisasi yang baik dan sehat biasanya akan selalu ada yang namanya kaderisasi atau pengkaderan atau regenerasi atau menumbuhkan generasi baru sebagai penerus organisasi tersebut. Kaderisasi dan regenerasi dalam sebuah organisasi mutlah diperlukan jika ingin organisasi tersebut berjalan dengan baik dan memiliki penerus yang andal.

Nah, belakangan di negeri ini ada beberapa banyak organisasi besar sebut saja partai yang saya rasa gagal melakukan kaderisasi dan regenerasi kepada simpatisan, kader dan anggota partainya. Sudah menjadi isu nasional ada beberapa partai yang menempatkan ‘sesepuh’ partainya sebagai ketua umum.

Saya secara pribadi menilai hal ini bentuk kegagalan partai dalam membina, mendidik serta mengkaderisasi dan meregenerasi kadernya. Bayangkan berapa banyak kader yang sebenarnya layak menjadi ketua umum dan masih muda namun tidak bisa menjadi ketua umum dengan berbagai alasan.

Alasan terbesar yang saya amati dan saya lihat serta dengar adalah agar soliditas dan kebersamaan partai tetap terjaga. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, jika tokoh-tokoh ‘sepuh’ tersebut sudah tiada atau tidak aktif lagi apakah partainya akan bubar atau terjadi konflik internal seperti yang terjadi di beberapa partai besar yang saat ini sedang berebut kekuasaan.

Ketokohan memang penting, namun saya rasa alangkah baiknya jika saat ini saatnya yang muda yang maju dan tampil. Saatnya generasi muda memimpin.

Advertisements