Memahami Kejamnya Fitnah (Sebuah Renungan Kala Dhuha)

Sejak kecil saya sudah sering kali mendengar kalimat “Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan”. Dahulu saya hanya sekedar memahami bahwa jangan sampai kita menjadi orang yang menyebar fitnah karena fitnah itu sangat kejam tanpa menelisik ‘kejam’nya itu dimana.

Baru beberapa bulan ini saya benar-benar memahami bahwa ternyata sangat benar fitnah itu sangat kejam dan lebih kejam dari pada pembunuhan. Fitnah yang disebarkan oleh penebar fitnah dapat membunuh dan mematikan orang yang difitnah secara perlahan-lahan. Fitnah itu membunuh karakter orang dan mencemarkan nama baik orang.

Bayangkan, ketika seseorang difitnah yang dihembuskan oleh orang lain, misalkan karena menyebarkan ajaran sesat. Kita semua tahu ada elemen di masyarakat yang akan mudah sekali terhasut jika mendengar ajaran atau aliran sesat, sudah pasti orang difitnah akan menjadi cemoohan, akan menjadi bulan-bulanan kata-kata kasar mereka yang merasa mereka paling lurus paling benar. Belum lagi jika masyarakat di sekitarnya tidak jeli, maka orang yang difitnah tersebut dapat dikucilkan atau bahkan diusir dari kampung atau ditahan pihak kepolisian.

Betapa banyak impact atau dampak yang timbul dari yag bernama fitnah. Fitnah membunuh dan mematikan orang lain dengan perlahan-lahan, penuh kesakitan dan mematikan karakter orang lain itukah kenapa fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s