Hak Kami Jangan Dikebiri

Wacana pemilihan kepala daerah yang tidak lagi dipilih oleh rakyat atau tidak lagi dipilih langsung namun kembali ke sistem pada orde baru yaitu pemilihan dilakukan oleh DPRD yang digulirkan oleh Koalisi Merah Putih menuai banyak sekali kontroversi. Banyak penolakan yang dilontarkan oleh orang-orang yang pro demokrasi dan orang-orang yang tidak mau kembali ke rezim orde baru, termasuk saya.

Saya secara pribadi menolak RUU tersebut. Kenapa? Hmmm, akan ada banyak alasan yang terlontar. Namun dari sekian banyak alasan, alasan yang paling membuat saya tidak setuju adalah Koalisi Merah Putih melalui RUU yang sedang digodok ini berusaha merampah dan mengkebiri hak rakyat untuk memilih.

Mereka haus kekuasaan dan sangat sangat ingin berkuasa, tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada. Memang benar, Pilkada langsung memerlukan biaya yang sangat besar, kemudian kalau pilkada dilakukan di DPRD apakah akan menekan budget negara? Saya rasa tidak!

Dengan pemilihan tidak langsung, orang yang terpilih akan terpasung oleh kepentingan dan keinginan anggota DPRD yang memilihnya. Saya juga meyakini (maaf jika buruk sangka) dengan pemilihan oleh DPRD suap menyuap akan makin gencar, sebagai pelicin menuju kekuasaan pemimpin daerah. Alasan logisnya (penjelasan saya sebagai orang awam), untuk menjadi ketua umum sebuah partai saja memerlukan dana yang besar tengok Anas Urbaningrum.

Apalagi menjadi kepala daerah, tentu saja akan memerlukan lebih banyak lagi amplop dan gratifikasi lainnya kepada anggota dewan yang akan memilihnya. Atau mungkin akan ada banyak deal-deal tertentu yang tentu saja akan lebih berpihak kepada kepentingan partai dibanding kepentingan rakyat.

Rabu kemarin, saya sangat salut dengan keputusan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) yang mengundurkan diri dari Partai Gerindra yang mengusulkan Pemilukada tidak langsung. Saya angkat jempol dan saya sangat mendukung. Harusnya banyak lagi kader dan petinggi partai lain yang menyatakan pro rakyat melakukan hal yang sama jika memang benar mereka memprioritaskan kepentingan rakyat.

Hmmm…Semoga RUU tersebut tidak akan disetujui. Hargai hak warga negara, hargai hak rakyat untuk memilih! Salam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s