Hati-Hati Provokasi

Fenomena itu akhir-akhir ini banyak terjadi, ya.. banyak provokasi dan banyak yang terprovokasi.

Provokasi dari siapa?

Provokasi itu datangnya dari Orang/ Sekumpulan Orang yang memiliki maksud tertentu dan biasa disebut sebagai provokator.

Trus, siapa yang terprovokasi?

ya masyarakat kita, yang doyan banget dengan yang namanya gossip (digosok makin sip)

LHo, kok bisa?

“banyak orang yang mudah percaya dengan berita dan cerita yang disampaikan oleh penjilat dan provokator, tapi tanpa kita mau bertanya dan mengetahui lebih jauh apa yang terjadi sebenarnya”

“karena banyak sekali  orang yang sangat suka gossip, jadi sangat mudah sekali terprovokasi, padalah kita kan tidak boleh nge-gosip, ee malah gencar tu acara gossip di TV, mungkin itulah salah satu penyebab yang membentuk karakter bangsa kita jadi seperti ini”

“apalagi, masyarakat kita jarang yang mau tahu, siapa sebenarnya yang bercerita dan membawa berita itu siapa, apa dan bagaimana

Trus, gimana donk?

“jadi, kita perlu hati-hati dengan pemberitaan/cerita yang ada, yang penting jangan ditelan mentah-mentah tu berita karena kita bisa jadi latah.”

“yang tidak kalah penting, utamakan berprasangka baik dan klarifikasi kebenaran itu dulu, bukan malah ikut-ikutan menyebarluaskan berita itu, padahal kita tidak tahu pasti berita itu benar atau tidak. Padahal kan ada yang bilang ‘Berbicara tentang aib orang lain, jika aib yang dikatakan benar, disebut menggunjing atau ghibah, dan disebut fitnah jika yang dikatakan  tidak benar’

“dan di sebuah ayat juga disampaikan bahwa “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Hujurat [49] ayat 12) ”

“nah lo.. Masak kita lebih percaya sama pembohong dan provokator dibanding dengan saudara kita sendiri? dan apa kita tega makan daging saudaranya yang sudah mati? pastinya nggak kan?”

Jadi, hati-hati sama Provokasi. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s