Finally, Hakim Mahkamah Konstitusi mengetuk palu dan membuat keputusan atas Gugatan Hasil Pemilihan Presiden Tahun 2014 oleh Kubu Prabowo Hatta atau Koalisi Merah Putih, dan keputusannya menolak Gugatan yang artinya Joko Widodo dan Jusuf Kalla adalah pemenang Pilpres 2014 sesuai dengan Hasil Perhitungan KPU. Alhamdulillah, Indonesia telah memiliki pemimpin baru sesuai dengan mandate rakyat yang dilakukan secara demokratis.

Saat Gugatan diajukan Koalisi Merah Putih atau Kubu Prabowo Hatta banyak orang mempertanyakan pernyataan Prabowo saat Kampanye dan proses sebelum Pilpres dilaksanakan yaitu Siap Menang dan siap Kalah. Dalam banyak media banyak yang bilang kalah harus legowo, menang tidak boleh jumawa. Namun belakang pernyataan tersebut dilanggar oleh Kubu Prabowo Hatta dengan melayangkan gugatan dan banyak tindak anarkis yang dilakukan akar rumput, terlebih saat melakukan demo di depan gedung MK.

Saat ini banyak orang yang ‘menagih janji pak Prabowo untuk siap menang dan siap kalah. Bagi saya secara pribadi, tidak ada gunanya menagih janji tersebut dan sangat tidak perlu. Kenapa? ya karena akan percuma. Jika diperhatikan secara seksama sejak awal memang Kubu koalisi Merah Putih memang hanya siap menang dan tidak siap untuk kalah, sehingga ketika mereka mendapat kabar kekalahan mereka menjadi sangat tidak dan melakukan langkah-langkah yang mereka anggap perlu?

Bukankah kita pernah mendengar “Prabowo harus menang dengan cara apapun”. Inilah salah satu ciri dan tanda yang jelas bahwa kubu Koalisi Merah Putih memang hanya siap menang. Sehingga, saya secara pribadi menyarankan kepada siapapun untuk tidak menagih janji siap menang dan siap kalah kubu, karena pada kenyataan mereka hanya siap menang. Sehingga menagih janji mereka hanya akan menjadi sia-sia belaka.

Pagi ini, di hari jum’at yang penuh berkah ini saya ingin mengucapkan selamat atas kemenangan Joko Widodo dan Hatta Rajasa, ini bukan kemenangan kubu dua jari atau siapapun. Ini adalah kubu kemenangan rakyat Indonesia. Salam 3 jari.

Advertisements