Mencatat dan Menghujat

Waktu sekolah, saya dari SD sampai Perguruan Tinggi tidak pernah lepas dari yang namanya mencatat, hampir semua guru mata pelajaran mengharuskan kita untuk mencatat. Alasannya sederhana, agar mudah belajarnya jika kita menghadapi ujian.

Jujur karena perintah dan anjuran guru tersebut saya sangat menyukai mencatat, bahkan saat ini meningkat bukan sekedar mencatat namun menulis juga menjadi kebiasaan bagi saya ketika memiiki seidikit waktu luang. Menulis dan mencatat membuat kita memiliki banyak sumber data, dan memiliki “ingatan cadangan”, ketika kita lupa sesuatu jika kita sudah mencatatnya maka kita tinggal membuka catatan tersebut. Pasti kita akan ingat kembali!

Dalam catatan kecil saya, tahun 2014 ini sampai bulan agustus ini saya nyatakan sebagai tahun hujatan. Bagaimana tidak sejak adanya perhelatan Pilpres 2014, hujat menghujat menjadi santapan sehari-hari, diberbagai media semua saling hujat. Saling buka aib masing-masing, saling fitnah dan pada akhirnya saling membenci.

Hmmm…Tahun ini penuh catatan kelam tentang keberhasilan orang-orang yang berhasil memecah persatuan bangsa demi kepentingan golongan dan pribadinya masing-masing. Ah, ada daya saya, saya hanya bisa mencatat, dan saya itu rasa itu jauh lebih baik dari pada menghujat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s