Jilbab saja!

Beberapa waktu belakangan ini dunia jejaring sosial dan media massa sedang ramai membahas beberapa topik yang cukup hangat. Topik terhangat tentu saja tentang pergerakan dan penyebaran faham ISIS, kedua adalah sengketa hasil Pilpres dan Marshanda yang dipasung😀 dan satu lagi fenomena jilbab dengan baju ketat atau mereka menyebutnya “Jilboobs”.

Hmmm…membahas topik-topik diatas akan memakan banyak waktu dan menguras banyak energi. Tapi memang semuanya sangat menarik untuk dibahas, dikupas apalagi dijadikan bahan diskusi ilmiah. akan sangat-sangat menarik.

Saya bukan ingin membahas atau mengupas apalagi mendiskusikannya, karena keterbatasan ilmu, wawasan dan waktu saya. Saya hanya ingin sedikit menyentuh saja tentang fenomena Jilbab dengan pakaian ketat karena sangat menggelitik bathin saya sebagai seorang muslim.

Fenomena hijabers yang menggunakan pakaian ketat sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala, sudah lama namun menjadi heboh dan menjadi hot topic sejak ramai di-bully dimedia sosial facebook, twitter. Hmmm…luar biasa bukan kekuatan media sosial tersebut?

Banyak anggapan yang saya anggap keliru tentang menutup aurat. seperti asal sudah pakai hijab, asal sudah memakain baju yang panjang, asal sudah menutup semata kaki dan lain sebagainya. Selain itu banyak yang beranggapan bahwa ketika mereka menggunakan hijab mereka sudah ikut trend mode, dan menurut saya itu salah kaprah.

Bagi saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika perempuan memutuskan untuk menggunakan jilbab atau berhijab

  1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan, menurut ijma’ para ulama bagian yang dikecualikan itu adalah wajah dan telapak tangannya. Berdasarkan QS. Al ahzab 59 “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan, rambu ini berdasarkan firman Allah SWT yang cuplikan ayatnya terdapat dalam surat QS. An-Nur: 31 yaitu: “………Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka….” Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum lelaki melirikkan pandangan kepadanya. Jilboobs tidak mengindahkan peraturan Allah subhanahu wa ta’ala tentang kaum muslimah yang memakai jilbab dengan tidak mengulurkan kain kudungnya untuk menutupi dada mereka tetapi dibentuk sedemikian rupa dengan cara dililitkan di leher sehingga terkadang lehernya terbuka tak tertutup jilbab atau membiarkan bagian rambutnnya terlihat.
  3. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. Nah, pada point ini jilboobs berakibat fatal. Bagaimana tidak, jilbab gaul, pakaian ketat ¾ lengan ditambah dengan celana jeans yang lebih ‘hot’, Laki-laki mana yang tidak melirik muslimah dengan pakaian semacam ini.
  4. Kainnya harus tebal dan tidak tipis/ menerawang. Tentu saja jika busana muslimah berfungsi untuk menutup aurat maka bahannya harus tebal dan tidak tipis. Jika bahannya tipis artinya sama saja ia tidak menutup auratnya bahkan memancing godaan dan menampakkan perhiasannya.
  5. Tidak diberi wewangian atau parfum yang berlebihan. Ini berdasarkan berbagai hadits yang melarang kaum wanita untuk memakai wewangian bila mereka keluar rumah, seperti yang tertera dalam hadits berikut ini: Dari Abu Musa Al-Asya’ri bahwasanya ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: “Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum lelaki agar mereka mendapat baunya, maka ia adalah pezina. (HR. An-Nasai, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi) Walaupun ada larangan bagi muslimah untuk memakai wewangain bukan berarti muslimah harus tampil dengan bau yang tidak sedap. Muslimah harus tetap menjaga kebersihan tubuh, pakaian, dan jilbabnya agar tidak menimbulkan bau badan yang dapat mengganggu dan menimbulkan fitnah baru yaitu adanya penilaian orang bahwa orang yang memakai jilbab mempunyai bau yang tidak sedap. Perawatan tubuh tetap diperbolehkan bagi muslimah asal tidak jatuh pada perbuatan yang tabarruj (memamerkan kecantikan).
  6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki. Masalah ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah berikut ini: Dari Abu Hurairah yang berkata: “Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria.” (HR. Abu dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Ahmad). Dan juga tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir. Dalam syari’at islam telah ditetapkan bahwa kaum muslimin, baik laki-laki maupun wanita, tidak diperbolehkan bertasyabuh (menyerupai) orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakaian dengan pakaian khas mereka.
  7. Bukan Libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas). Larangan ini berdasarkan hadits berikut: “Berdasarkan hadits Ibnu Umar ra. Yang berkata: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api naar.” (HR. Ibnu Najah dan Abu Dawud).

Salah seorang ulama terdahulu yaitu Asy-Syaukani memaparkan didalam kitabnya Nailul Authar mendefinisikan tentang libas syuhrah yaitu setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s