Anda penggemar Bola? Anda penggemar Mario Balloteli? Tentu anda tahu dengan kebiasaan Mario ketika selebrasi seusai menjebol gawang lawan? Membuka baju jersey luar dan menampakan tulisan di kaos nya yang bertuliskan “Why Alwas Me?”. Kira-kira kenapa dia melakukan selebrasi unik ini? Jawaban simplenya adalah sebagai protes atas bully yang selalu ditujukan kepada dirinya, disampikan itu tentu saja sebagi bentuk unjuk diri atas kemampuan yang dimilikinya.

Bagi saya ini baik, bahwa dia sedang mengabarkan kegembiraannya. Apa yang dia rasakan saat di-bully diluapkan saat dia mendapatkan kebahagiaan. Dia tidak mengumbar kesedihannya, kekecewaannya, dan kegelisahannya. Dia membagi kebahagiaannya.

Berbeda dengan keseharian kita, sering kali kita mengumbar kesedihan, kegelisahan, kekecewaan dan ketidaksenangan kita kepada public melalui status didunia maya, media social atau di blog/ web pribadi. Seolah-olah hanya kita yang menderita dan seolah-olah derita berat hanya Tuhan berikan kepada kita. Terkadang ada beberapa orang yang menulis distatusnya ” Tuhan, kenapa harus saya? Tuhan, saya sudah tidak sanggup lagi, Tuhan, saya lelah dan lain sebagainya.

Mari sejenak tundukan kepala kita. Renungkan, berapa banyak orang kurang beruntung jika dibandingkan dengan kita? Berapa banyak orang yang menderita lebih dari kita. Ingat, bahwa masalah itu ada untuk mendewasakan kita, menguatkan iman kita dan memberi banyak pelajaran kepada kita. Kita tinggal memetiknya, merenungkannya dan mereguk hikmahnya.

Bukankah tidak ada masalah yang terlalu berat untuk kita pinggul, bukankah tidak ada masalah yang terlalu rumit untuk kita urai. Kita hanya perlu membuka hati kita, merilekskan pikiran kita, sehingga solusi yang diperlukan menghampiri kita. Perlu diingat, tidak ada satu pun masalah yang bisa selesai dengan sendirinya tanpa campur tangan dan usaha dari kita sang pembuat masalah.

Masalah itu hanya perlu dihadapi, diuraikan dan diselesaikan! Bukan diratapi, bukan ditinggalkan!

Advertisements