Upin Ipin, Keluarga Somat, dan Adit & Sopo Jarwo

Sepulang kantor atau pada weekend saya senang mengajak anak saya menonton film edukasi seperti Upin dan Ipin, kenapa edukasi? Karena didalam film Upin dan Ipin banyak sekali berisikan tentang budi pekerti, tentang pluralism, kesederhanaan dan penuh dengan pesan-pesan islami. Saya dan puteri saya sangat menyukai film kartun ini. Oh, ya lupa. Cerita Upin & Ipin bias kita nikmati pada channel MNC Tv.

Beberapa bulan ini, di salah satu televisi nasional Indosiar ada lagi film kartun buatan anak negeri, kalo ga salah judulnya Keluarga Somat dan yang punya lakon adalah Dudung. Jika saya perhatikan alur cerita dan isi ceritanya, bagi saya sedikit mengecewakan. Kenapa? karena isinya hanya berisi cerita lucu dan jarang sekali ada pesan moral terselip didalamnya.

Ceritanya hanya berkutat pada kehidupan sehari-hari orang Indonesia pada umunya, yang masih belum mengerti teknologi, tentang anak yang agak bandel dan candaan khas Indonesia. Jujur saja saya sedikit kecewa dengan konten yang ada, ekspektasi saya sangat besar bahwa film kartun buatan Indonesia mampu memberi edukasi ke Indonesia an yang kuat bagi penontonya, namun ternyata belum bias terpenuhi.

Nah, selama bulan puasa ini adalagi tambahan tontonan di MNC Tv. Film kartun buatan anak negeri yaitu : Adit & Sopo Jarwo, kemasananya sih biasa saja, tentang kehidupan sehari-hari orang Indonesia, dan intinya menceritakan kehidupan keluarga Adit. Namun film kartun yang ini, setiap episode senantiasa ditutup dengan pesan atau kesimpulan dari Pak Haji, sehingga ada sentuhan untuk pesan moralnya.

Saya sangat bersyukur bahwa makin banyak orang Indonesia yang jago berinovasi dan berkreasi. Saya Acungkan jempol buat mereka. Baik Upin dan Ipin, Dudung maupun Adit semuanya adalah hasil karya orang-orang kreatif dan memiliki skill yang bagus. Terlepas dari content yang ditampilkan.

Saat ini yang palin vital adalah peran orang tua untuk menyaring film mana yang layak untuk anak-anak dan mana yang kurang layak. Karena saat ini banyak sekali film yang ditayangkan pada channel keluarga dan anak-anak namun bukan untuk anak-anak. Karena berisi kekerasan, kata-kata kotor dan penuh dengan bully / pelecehan.

So, peran orang tualah yang paling central dalam mengontrol tontonan anak. Jangan asal anak anteng didiamkan saja menonton film yang tidak layak bagi anak. Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s