Menghina

Minggu ini media sedang heboh dengan kecaman yang ditujukan kepada salah satu stasiun televisi nasional dengan program tayangan YKS (Yuk Keep Smile) yaitu transTv. Acara ini ramai dibicarakan karena dalam salah satu tayangannya pada tanggal 20 Juni lalu.

Pada salah satu tayangan YKS yang tayang pada hari Jumat (20/6/2014), Ferdians Setiadi melakukan hipnotis terhadap Caisar. Ferdians mencoba menghilangkan ketakutan Caisar akan anjing.

Ferdians memberi sugesti bahwa setiap anjing yang dilihat Caisar nantinya adalah Benyamin.

Tak berapa lama seekor anjing dihadirkan ke dalam acara dan Caisar mendadak jadi terbahak-bahak melihat anjing tersebut. Bahkan dengan polos, pemilik joget Caisar itu menyebut anjing tersebut sebagai Benyamin.

Hal itu menuai kemarahan para fans Benyamin karena merasa tokoh idolanya dilecehkan. Keluarga Benyamin pun tak tinggal diam dan berniat menuntut secara hukum.

Menurut KPI, apa yang dipertontonkan YKS merupakan “pelanggaran terhadap pasal 24 ayat (1) Standar Program Siaran yang melarang program siaran menampilkan ungkapan kasar dan makian, baik secara verbal maupun nonverbal, yang mempunyai kecenderungan menghina atau merendahkan martabat manusia.”

Pihak Trans TV sendiri mengakui adanya kelalaian di pihak mereka, dan meminta maaf atas tayangan yang melukai perasaan masyarakat Betawi ini.

Sepanjang pelaksanaan sanksi administratif, Trans TV tidak boleh mengganti program YKS dengan format program yang serupa baik di waktu siaran YKS maupun di waktu lainnya, sesuai dengan pasal 80 ayat (2) dalam Standar Program Siaran. Sumber disini.

Secara sadar maupun tidak, sering kali kita melakukan penghinaan, nge-bully orang lain. Baik dengan perkataan maupun tingkah laku kita. Perhatikan contoh berita diatas, saya yakin Mas Ferdian tidak sengaja memberikan sugesti tersebut kepada mas Caesar, kata orang sunda mah ‘rasa mokaha’ maksudnya mau bercanda tapi keterlaluan hingga menyakiti orang lain.

Bercanda tentu saja tidak dilarang, asal sesuai dengan norma-norma dan tidak menyingggung atau menyakiti perasaan orang lain. Belakangan sering kali kita melihatacara-acara komedi yang ada sudah tidak lagi memperhatikan norma-norma tersebut, dan kebablasan.

Sehingga jika kita perhatikan dimedia, banyak sekali pengaduan masyarakat terhadap KPI atas ketersinggungan mereka untuk  acara komedi atau banyolan yang disampaikan oleh para penghibur di layar kaca.

Belajar dari semua itu, bagi diri kita, alangkah baiknya jika mengambil pelajaran darinya dengan menjaga ucapan, perilaku dan sikap kita terhadap orang lain. Karena apa yang menurut kita baik belum tentu bagi orang lain, apa yang menurut kita lucu belum tentu bagi orang lain, bisa saja menyakitinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s