Tuhan, Aku Ingin Menyerah

Tuhan, aku lelah,Tuhan aku penat, Tuhan aku bosan, Tuhan aku ingin menyerah.

Sebait kalimat tadi mungkin banyak diucapkan oleh orang yang sudah merasa putus asa dengan keadaan. Hidup penuh masalah, banyak beban dipundak, masalah datang silih berganti.

Ketika kita memiliki masalah banyak diantara kita (mungkin termasuk saya) sering kali merasa semuanya akan berakhir, mengeluh, mengeluh dan mengeluh tanpa memikirkan solusi dan akar masalahnya. Sehingga yang ada adalah keputusasaan dan menyalahkan orang lain atas masalah tersebut.

Tidak ada masalah yang muncul dengan sendirinya, masalah akan datang karena ada sebabnya kata pepatah tidak ada akibat tanpa sebab, atau tidak ada asap tanpa api. Artinya setiap masalah yang datang berawal dari kita sendiri. entah itu disengaja atau tidak, disadari maupun tanpa disadari.

Jika demikian, tentu saja solusi dan penyelesaiannya ada pada diri kita sendiri, bukan pada orang lain. Jika pun orang lain mau menyelesaikan maalah tersebut, tentu kapasitasnya hanya sebatas advisor atau pemberi saran bukan orang yang menyelesaikan masalah.

Sehingga rasanya tidak layak bagi kita untuk mengeluh atau berkeluh kesah terlebih berputus asa atas masalah yang kita hadapi. Pilihannya cuma satu, hadapi dan selesaikan. Ingat tidak ada satu pun masalah yang menimpa diri kita melebihi batas kemampuan kita.

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s