Saya ingin bercerita sedikit tentang rasa benci dan cinta yang ternyata batasnya sangatlah tipis setipis kulit bawang. Pernah dengar lagu yang judulnya benci tapi rindu? ya antara benci, cinta dan rindu sangatlah tipis. Banyak sekali orang yang tadinya sangat membenci pada akhirnya jadi orang yang paling mencintainya. Ada pepatah : Jangan terlalu mencintai sesuatu dengan berlebih karena bias jadi apa yang kamu cintai saat ini akan menjadi sesuatu yang sangat amat kamu benci, begitu pun sebaliknya jangan terlalu membenci sesuatu dengan berlebih karena sangat mungkin apa yang kamu benci tersebut menjadi sesuatu yang sangat kamu cintai.

Cinta dan benci, diciptakan oleh Allah SWT dengan sangat baik supaya kita sebagai mahluk ciptaan-Nya berpikir dan merenung dengan menjernihkan hati, pikiran dan emosi kita. Bahwa kebencian itu hanya akan membuat banyak masalah semakin rumit dan kebencian pula lah yang membuat kehancuran.

Jika kita perhatikan, fenomena kerusuhan, pengrusakan, penganiayaan adalah salah satu bentuk dari ekspresi kebencian yang dilampiaskan dan diluapkan secara berlebih. Penyebabnya banyak, doktrin, pergaulan dan lain sebagainya.

Kebencian tidak perlu dimusnahkan, rasa benci cukup dimanage dengan baik, karena sebenarnya ada beberapa hal yang memang harus dibenci dan banyak hal yang harus kita cintai.

Fenomena yang actual saat ini adalah makin banyak orang yang menebar kebencian, terutama saat masa kampanye pilpres 2014. Tidak ada rasa bersalah, tanpa malu banyak sekali mereka menaburkan benih-benih kebencian dari salah satu team ke team lainnya. Mereka tidak sadar, bahkan tindakan tersebut dapat menyebabkan pertengkaran bahkan mungkin pertumpahan darah dan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Saya sangat berharap bahwa kampanye yang sedang berlangsung dapat lebih mengedepankan dan menonjolkan kelebihan dan visi dan misi yang cerdas disbanding melakukan dan menebar kebencian.

Advertisements