Makan Mie Goreng

Makan siang apa ya siang ini? Bingung, maka lagi cekak ni dompet + ATM. Ada ide? Kalau inget dulu zaman kuliah di Jogja sekitar tahun 2004-2008 kalau lagi cekak-cekak begini tidak akan ada yang namanya makan apa atau dimana karena selama disana duit terbatas pun masih bisa makan enak. Asal mau makan ngemper, bisa diangkringan, bisa dirumah makan kampung-kampung yang masih sangat murah.Hehehe…yang pernah jadi mahasiswa jogja pasti ngerasain deh…

Kini setelah lama meninggalkan kota yogyakarta, ketika uang jajan mulai menipis dan uang saku mulai kering andalan untuk mengisi perut adalah mie instan baik mie kuah maupun mie goreng. Hehehe…ayo ngaku…

Kalau orang tasik biasanya untuk ganjal oerut cukup bala-bala saja. Hehehe…

Mie Instan meski banyak orang mengetahui bahwa mengkonsumsi mie instan dalam jangka waktu yang lama tidak baik untuk kesehatan, namun tetap saja mie instan menjadi primadona bagi banyak orang, selain karena harganya yang murah meriah juga cara memasaknya yang praktis satu lagi yang membuat orang menyukainya adalah rasa yang bervariasi dan membuat kenyang.

Ada banyak romansa tercipta dari semangkuk mie instan, saya pernah merasakan hanya bisa makan mie instan 1 bungkus berdua bersama istri saya sekarang. Ketika itu jogja diguncang gempa 6.1 skala richter kalau saya tidak salah, karena banyaknya warung makan yang tidak buka dan warung kelontongan pun sama sedangkan di kamar kos cuma ada mie instan 2 bungkus, saya sama istri saya cuma bisa makan mie instan satu bungkus berdua.

Jika diingat kembali, rasanya hidup itu indah. Apapun yang terjadi dalam hidup kita jika menjalaninya dengan syukur dan penuh pikiran positif semua menjadi ringan dan sempurna. Makan mie instan satu bungkus berdua disaat ada bencana alam merupakan kenangan indah yang tidak akan terlupakan bagi saya.

Ah, jadi menerawang ke masa silam. Saya cuma berharap semua kenangan itu akan menjadi perekat rumah tangga kami menjadi penguat cinta kasih diantara kami dan pemersatu kesetiaan kami. Dan Semoga keluarga kami senantiasa diberi keberkahan dan kenikmatan dunia dan akhirat. Dan semoga kelak kami bisa berkumpul di syurga-Nya. Semoga. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s