Waktu dan Perkataan

Jika ditanya hal yang perlu sangat hati-hati dalam penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari, ada 2 (dua) hal yang sangat perlu kehati-hatian dalam penggunaan dan me-manage-nya yaitu waktu dan perkataan. Keduanya, sangat cepat berlalu.

Kata yang sudah terucap tidak akan pernah bisa lagi ditarik, direvisi atau diperbaiki/ dihapus. Kata yang telah terucap hanya akan menjadi rekaman atau dikenang oleh orang mendengarnya, Jika perkataan yang baik maka kata itu akan menjadi penyejuk. Dan sangat berharga seperti Intan, Permata dan Berlian. Sangat mahal dan bernilai tinggi.

Sebaliknya jika kata yang dikeluarkan adalah kata-kata yang tidak baik, rusak, dan rongsokan (cacian, makian, kata-kata kotor), maka kata-kata tersebut akan terekam sebagai sebuah kesakitan dan kenangan pahit, menyakitkan dan menyimpan perih.

Jika boleh berasumsi dengan kata-kata yang singkat mungkin seperti ini : Bila BICARA hanya berisi RONGSOKAN, maka DIAM itu benar-benar EMAS, dan Jika DIAM itu EMAS maka berkata-kata yang baik adalah BERLIAN dan PERMATA.

Jadi berbicaralah yang baik, kalau tidak bisa maka DIAM itu lebih baik.

Demikian pula waktu, waktu yang telah berlalu satu tahun yang lalu, satu bulan yang lalu, satu minggu yang lalu, satu hari yang lalu, satu jam yang lalu, satu menit yang lalu bahkan satu detik yang lalu tidak akan pernah kembali lagi. Tidak akan!

Waktu yang telah lewat hanya akan menjadi kenangan, waktu sangat cepat berganti dan beralih. Maka dari itu bijak dalam menggunakannya dan me-manage-nya sangat penting. Karena begitu sudah berlalu kita tidak akan pernah bisa mengulangnya.

Banyak orang yang menyesal karena menyia-nyiakan waktu dalam hidupnya, mereka menyiakan-nyiakan waktu senggang. Mereka menyia-nyiakan waktu muda mereka, mereka menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Seribu penyesalan tidak akan pernah ada gunanya, semuanya telah berlalu.

Mulai saat ini, detik ini adalah waktu terbaik untuk memperbaiki semuanya, terutama dalam penggunaan waktu dan kata. Supaya tidak ada lagi penyesalan, tidak ada lagi waktu terbuang percuma, tidak ada lagi orang tersakiti oleh perkataan kita.

Semoga, Semoga, dan Semoga.

Find more about me with Follow my tweet : @denikasep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s