Titik Balik – Part 2

Sebelumnya tadi siang saya sempat menulis tentang titik balik atau proses perubahan dalam diri seseorang kearah yang lebih baik.

Kali ini saya hanya ingin menambahkan tentang proses terjadinya proses titik balik pada seseorang dan penyebabnya. Saya sih ngambil dari kejadian disekitar saya atau dilingkungan sekitar.

Seseorang akan mengalami titik balik dalam hidupnya biasanya setelah mengalami kejadian yang cukup membuatnya terpukul atau membuatnya benar-benar tersentuh. Misalkan ada orang yang tadinya nakalnya gak ada duanya, suka kelahi, suka malak, suka bikin keonaran, suka jadi provokator pokoknya semua yang jelek-jelek melekat pada dirinya.

Suatu hari ia mengalami kejadian yang membuatnya menjadi berpikir dan merubah mindsetnya, misalnya anaknya meninggal. Sehingga dia menjadi seorang yang bijaksana, baik hati, rajin beribadah, menjadi juru damai, menjadi seorang penebar kebaikan. Maka menurut saya kematian anaknya merupakan cara Allah SWT untuk merubah orang itu dan menjadikannya sebagai titik balik.

Atau ada pula yang menjadi titik balik yang menjadikannya seorang yang jahat. Misalkan, seorang yang baik hati, rajin beribadah, rajin berbagi, suka menolong dan suka menebar kebaikan tapi selalu saja menjadi bahan olokan dan ejekan, hingga suatu hari mencapai klimaksnya dia pun merubah mindsetnya karena merasa dengan berbuat baik orang-orang malah menghinanya.

Sehingga ia berubah menjadi orang yang jahat, suka berantem, suka memancing keributan dan lain-lain untuk mendapatkan pengakuan.

Well, semua yang terjadi dalam hidup adalah sebuah perputaran. Ada saatnya iman kita bertambah ada saatnya iman menurun. Tugas kita hanya menguatkan iman dengan terus beribadah dan terus berbuat baik serta menebarkan kebaikan.

Titik balik dalam hidup sudah ada yang mengatur, kita jalani hidup saja dengan baik dan benar. Jangan lelah berbuat baik, jangan lelah berbagi, jangan lelah mengingatkan orang lain. Semoga Hidayah senantiasa dicurahkan kepada orang-orang yang masih tersesat dalam kegelapan dan kesesatan. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s