Rasulullah SAW bersabda, “Khairunnas anfa’uhum linnas”, yang artinya, “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist ini ada yang menjadikannya sebagai pelesetan bahwa kalo mau jadi manusia yang paling baik harus mau dimanfaatkan orang. Hmmm….salah kaprah dan menyesatkan! Maksud dari hadist tersebut menurut pemahaman saya adalah bahwa manusia yang terbaik adalah manusia yang membawa banyak manfaat, memberi rasa nyaman,aman, tentram dan damai bagi lingkungannya dan memberi energi positif bagi orang-orang disekitarnya.

Maka sebaliknya seburuk-buruknya manusia adalah manusia yang menebar kebemcian, suka menghasut, suka mengadudomba, suka menebar teror dan sama sekali keberadaannya tidak mendatangkan ketenangan justru keberadaannya sangat tidak diinginkan oleh orang-orang disekitarnya.

Jika saya ibaratkan manusia yang membawa dan memberi manfaat itu seperti lebah dan koloninya, yang menyebar bibit-bibit tanaman, membuat madu dan memberi banyak manfaat bagi manusia.

Sedangkan manusia yang buruk adalah ibarat lalat dan koloninya yang menyebar penyakit, melambangkan kekotoran dan sama-sekali tidak diinginkan keberadaanya, bahkan jika dia nongol akan segera diusir oleh manusia.

So, jadilah seperti lebah, jangan jadi lalat.

 

Advertisements