Jangan Mudah Terpancing Emosi

Sore ini saya disela kesibukan menyelesaikan pekerjaan, saya teringat satu kejadian atau peristiwa ketika saya hendak pulang ke kampung halaman beberapa waktu yang lalu. Di Bandara saat saya hendak melakukan check in di counter salah satu maskapai penerbangan, yang kebetulan sedang banyak antriannya.

Saya berdiri dibarisan paling belakang karena saya rasa saya adalah orang terakhir yang datang saat itu. Jauh dibelakang saya, saya sempat melirik ada 3 orang yang sedang melakukan packing barang-barang bawaannya, saya perhatikan sepertinya mereka sangat kesuasahan dengan banyaknya barang bawaan mereka.

Saya kemudian abaikan mereka karena saya harus terus maju untuk mengikuti antrian yang terus maju. Dibelakang saya kebetulan tidak ada lagi orang yang mengantri, jadi sayalah orang terakhir diantrian tersebut.

Betapa terkejutnya ketika tiba-tiba seseorang menarik saya dan mendorong saya kebelakang, saya lihat ternyata itu adalah orang tadi sedang sibuk packing barang-barangnya.

Saya pun bertanya : “Ada apa kog tiba-tiba narik dan dorong saya?”

Orang itu pun menjawab : “Saya lebih dulu masuk ruang check in, dari pada anda cuma saya belum sempet antri karena packing barang”

Lah, terus salah siapa kalo ternyata saya harus lebih dulu antri? Bukankah hukum antrian itu siapa yang antri dulu dia yang maju lebih dulu?

Tak mau memperpanjang masalah, saya pun mengalah. Dan memilih untuk diam dibelakang. Namun seperti ada malaikat yang memberi pertolongan tiba-tiba petugas check in dari counter yang berbeda memanggil dan mempersilahkan saya untuk check in. Padahal jika dilihat dari rute di monitor counter tersebut bukan untuk jurusan/ rute penerbangan yang saya tuju.

Luar Biasa.

Dari kejadian tersebut saya sedikit mengambil pelajaran :

  1. Jangan mudah terpancing emosi
  2. Mengalah bukan berarti kita kalah, tidak pula membuat kita menjadi pecundang.
  3. Pertolongan Allah SWT Sang Pemilik Jagat Raya itu akan selalu menghampiri orang yang sabar. (Innallaha Ma’a Shabiriin).
  4. Berdamai dengan hati saat terpancing emosi, sehingga pikiran kita akan jernih kembali.

Salam…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s