Idealis dan Realistis

Berapa usia anda saat ini, 21 tahun? Diatas 25 tahun seperti saya? Atau malah masih berumur dibawah 20 tahun. Berbahagialah bagi anda yang masih diberi umur panjang, bersyukurlah atas nikmat itu. Karena nikmat umur siapa yang tahu.

Pertanyaannya, apakah impian anda kelak, apa yang telah anda lakukan untuk mencapai impian anda itu?? Saya mempunyai seorang teman yang sama-sama sudah menikah, yang seiring berjalannya waktu, ia memberikan saya inspirasi tentang hidupnya. Yah, agak berat memang untuk dipikirakan, namun ini pun akan terjadi pada teman-teman pembaca sekalian. Bahwa menua dan berkeluarga adalah sebuah proses yang akan teman-teman pembaca jalani kelak.

Yang akan saya share kali ini adalah tentang idealis dan realistis, 2 barang sebenarnya saling terkait namun berkebalikan. 2 hal yang biasanya melekat pada 2 sosok orang yang berbeda pula. Sebagai contoh teman saya tadi, ia adalah seorang aktifis diwaktu muda, sangat kontras sekali dengan yang terjadi sekarang. Dulu pola pikir idealis adalah sebuah baju yang tiap hari ia kenakan, hari-harinya penuh dengan ide-ide besar, gagasan dan motivasi. Namun yang terjadi sekarang justru berkebalikan.

Kini ia telah berkeluarga, hal yang saya amati, ia kemudian berubah dari seorang yang dulu idealis menjadi sesosok manusia realistis, yang sangat kontras sekali.

Tidak ada yang salah dengan itu. Saya sangat mengapresiasi karyanya diwaktu muda, impiannya ingin kesana dan kesini, ingin menjadi ini dan itu, kini ia dihadapkan pada suatu waktu dimana ia harus berpikir secara realistis. Justru ini membuat saya berpikir, apakah bisa 2 barang itu disinkronkan, agar impian tak sekedar harapan, agar realita tak berdiri diatas impian, agar keduanya bisa berjalan beriringan, tanpa meniadakan salah satunya.

Antara realistis dan idealis, semakin menua maka cenderung semakin realistis cara berpikir kita, akan sangat berbeda ketika dibandingkan dengan idealisme masa muda, penuh inspirasi dan impian. Yang kebanyakan terjadi justru adalah stagnan dan terbelenggu dengan realita.

Yang harus dilakukan adalah selalu mensinkronkan diri dan memperbaharui semangat, agar segala impian dan harapan masa muda tidak berlalu ditelan waktu seiring dengan menuanya umur. proses adalah intinya, namun terkadang “terlalu lama berproses” pun menjadi hal yang kurang baik.

Toh, apa yang kita inginkan adalah sukses dimasa muda dan bahagia diwaktu tua kan?, kenapa tidak kejar dari sekarang, kalau sukses itu bisa dipercepat kenapa tidak?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s