Tips Merawat Baterai Laptop

Ketika tidak tersedia sumber listrik, baterai adalah nyawa bagi laptop Anda. Demikian pentingnya perangkat ini sehingga diperlukan perawatan yang tepat untuk memperpanjang usia pemakaian baterai.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan baterai laptop akan menurun. Tak peduli Anda menggunakannya atau tidak. Sekalipun pabrik pembuat baterai Li-Ion tidak mempublikasikan kenyataan ini, jam baterai Anda mulai bergerak pada saat dirakit. Elemen di dalam baterai akan bereaksi dan lambat laun baterai tersebut tidak akan mampu mensuplai daya yang cukup untuk laptop Anda.

Baterai Laptop
Baterai Laptop

Baterai laptop dirancang untuk bertahan antara 300-800 kali siklus charge/discharge. Secara bertahap baterai akan berkurang kemam­puannya untuk mensuplai daya ke laptop. Secara umum, baterai Laptop akan bertahan antara satu hingga tiga tahun. Anda mungkin bisa memperlambat penurunan kemampuannya, tetapi tidak bisa menghentikan prosesnya. Suhu baterai, cara, dan frekuensi penggunaan laptop akan mempengaruhi panjang pendeknya usia baterai. Untuk itu, Anda bisa memperlambat proses ini dengan beberapa petunjuk pemeliharaan berikut;

1. Hindarkan Laptop dari Suhu Panas dan Dingin yang Ekstrim

Suhu adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi kinerja laptop Anda. Penggunaan laptop di lingkungan yang bersuhu dingin (seperti dalam ruangan ber-AC) akan membuat performa laptop dan baterai lebih efisien

1. Jangan sampai laptop terkena atau berada dalam suhu panas yang ekstrim karena akan memper­pen­dek umur baterai. Suhu yang disarankan adalah 5°-40°C. Suhu di atas 90° akan merusak baterai. Laptop yang diletakkan dalam bagasi mobil yang diparkir di bawah terik matahari rentan terkena suhu panas yang ekstrim.

2. Begitu juga dengan suhu dingin. Hindarkan laptop dari dingin yang ekstrim (di bawah 40°) karena akan merusak baterai dan membuatnya kehilangan kemampuan menyim­pan daya. Bila Anda tidak menggunakan laptop dalam waktu yang lama dan menyimpan baterainya dalam lemari es, cobalah untuk menghangatkannya sesuai suhu kamar sebelum digunakan.

Pemakaian

Baterai Lithium-Ion dirancang untuk dapat digunakan sekitar 300-800 kali siklus charge/discharge. Sekali Anda men-charge baterai, berarti satu siklus hidup baterai tersebut telah terpakai. Beberapa siklus ini sudah digunakan ketika Anda membiarkan baterai terpasang saat laptop menggunakan daya listrik PLN. Pada saat terhubung ke PLN, laptop secara otomatis akan mengisi baterai dan menggunakan satu siklus.

Cara Pemakaian

1. Penggunaan Adaptor dan Baterai yang Kompatibel

Bacalah buku panduan laptop dan lakukan prosedur pengisian baterai dengan benar. Selalu gunakan baterai, adaptor, dan kabel listrik yang disertakan bersama laptop atau menggunakan kabel dan adaptor pengganti sesuai yang disarankan buku petunjuk.

2. Pergunakan Baterai secara Rutin

Jangan biarkan baterai tidak aktif selama jangka waktu tertentu. Setelah diisi, baterai laptop harus dipakai, setidaknya sekali setiap dua sampai tiga minggu. Hal ini untuk menjaga agar baterai tidak rusak dan kehilangan kemampuannya untuk menyimpan daya listrik. Matikan atau hentikan pemakaian baterai setidaknya sekali dalam satu bulan agar baterai beristirahat.

3. Jagalah Temperatur Laptop Saat Beroperasi

Laptop dapat beroperasi lebih efisien jika berada dalam kondisi dingin. Tempatkan laptop pada ruang terbuka agar udara di sekitar celah ventilasi dapat beredar dengan bebas. Bersihkan daerah sekitar laptop untuk menghindari masuknya debu. Bersihkan ventilasi udara dengan kain pembersih atau pembersih keyboard secara teratur untuk menjaga temperatur operasi yang rendah. Ventilasi udara yang terhalang akan menghasilkan banyak panas sehingga mengurangi umur baterai. Untuk menjaga temperatur, Anda juga dapat menggunakan kipas pendingin tambahan atau menggunakan laptop di ruangan ber-AC.

4. Letakkan Laptop di Tempat yang Datar

Ketika bekerja dengan laptop, jangan letakkan di tempat tidur, sofa, bantal, atau di pangkuan karena permukaan yang lembut akan menutup ventilasi dan menghalangi keluarnya suhu panas laptop.

5. Bersihkan Kontak Baterai secara Teratur

Bersihkan kontak metal baterai dengan kain yang dibasahi alkohol setelah dua sampai tiga bulan pemakaian. Hal ini membuat transfer daya dari baterai Anda lebih efisien.

6. Jangan Menyentuh Terminal Kontak Baterai

Bila Anda menyentuh terminal kontak, baik pada baterai maupun laptop, sentuhan ini mungkin akan meninggalkan kotoran yang dapat mengganggu aliran listrik. Bila tidak segera dibersihkan, kotoran ini akan mengalami oksida­si dan berkarat. Segera bersihkan dengan kain lembut dan alkohol.

7. Gunakan Adaptor untuk Bekerja dalam Waktu yang Lama

Sebaiknya Anda melepas baterai dan menggunakan adaptor bila hendak bekerja dalam waktu lama. Ini akan melindungi siklus isi ulang dan memberikan suhu yang rendah pada baterai sehingga memperlambat proses penuaan.

8. Bila tidak Digunakan, Simpan di Tempat yang Aman

Jika Laptop tidak akan digunakan dalam jangka waktu yang lama, kosongkan baterai, lalu isi ulang sampai penuh. Kemudian keluarkan baterai dan simpan di tempat yang kering dan dingin. Bila Anda ingin menyimpannya di dalam lemari es, gunakan kantong plastik yang tertutup rapat untuk menghindari kelembaban. Jangan menyimpan baterai di dalam Freezer karena akan menjadi beku dan merusak baterai.

Pergunakan laptop paling tidak sebulan sekali agar baterai tidak kehilangan kekuatannya menyimpan daya listrik. Untuk jenis baterai Li-Ion, pada saat tidak digunakan kapasitas dayanya akan menurun sekitar 1% per hari.

Prosedur Charge dan Discharge Baterai Laptop

1. Charge baterai hingga penuh 100%.

Baterai Li-Ion tidak boleh sampai kosong sama sekali. Sebaiknya Anda men-charge baterai sebelum muncul tanda Low, yaitu ketika baterai mencapai level 10-20%. Bila indikator Low muncul, segera isi baterai sampai penuh 100%, namun jangan lebih dari 12 jam.

2. Untuk pengisian maksimal dan lebih cepat, sebaiknya Anda men-charge baterai dalam kondisi laptop mati. Anda juga dapat men-charge baterai sambil menggunakan laptop, namun akan memerlukan waktu dua kali lebih lama.

3. Bila Anda sering menggunakan laptop sambil men-charge baterai. Pastikan laptop Anda memiliki fungsi Auto cut yang berfungsi menghentikan pengisian setelah baterai penuh. Jika tidak, akan timbul overcharge yang menye­bab­kan panas berlebih (overheat) dan beresiko merusak motherboard.

4. Discharge atau kalibrasi baterai Anda sepenuhnya setiap 30 kali siklus pengisian. Kemudian charge baterai sampai penuh 100%. Sebelum melakukan kalibrasi, biarkan bate­rai habis terpakai untuk menjaga akurasi elemen di dalam baterai agar penunjuk daya baterai di laptop tetap akurat.

5. Pengisian atau pengosongan baterai yang berlebihan dapat mengurangi usia baterai. Begitu juga dengan pengisian dan pengosongan baterai dalam waktu yang singkat atau setengah-setengah.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s