Ada kisah pengorbanan seorang Ibu yang menahan mobil yang akan menabrak anaknya. Hasilnya, anaknya selamat tapi tulang belakang ibunya retak. Apa yang membuat ibu tersebut melakukan tindakan seperti itu? Jawabnya, karena kekuatan tekad untuk menyelamatkan anaknya.

Tekad adalah kemauan atau kehendak untuk berbuat sesuatu dengan sungguh-sungguh. Atau juga bisa dikatakan tekad sebagai kemauan yang teguh. Tak tergoyahkan oleh kesulitan. Tak kendor dengan hadangan masalah.

Kita bisa melihat bagaimana orang-orang yang melakukan perbuatan luar biasa. Seperti naik gunung ke puncak tertinggi. Bertemankan dinginnya salju dan udara dingin. Atau mengarungi samudra yang begitu luas dengan badai menghadang, menghadapi berbagai aral melintang dan kesulitan maha berat. Tapi semua itu bisa dihadapi, karena ia memiliki tekad yang kuat dan kehendak melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh.

Dalam beribadah kepada Allah, kekuatan tekad pun harus ada. Dengan memilikinya, seseorang akan mampu untuk shaum, shalat malam, dan berbagai ibadah ritual lainnya dengan penuh semangat. Tak lelah dan senantiasa Istiqamah. Berbagai amalan ini selanjutnya akan mengantarkan ia memiliki tekad kuat untuk lebih mendekatkan diri kepda Allah. Senantiasa membersihkan hatinya dan berbuat baik kepada sesama.

Jadi semua perbuatan yang kita lakukan akan memberikan hasil yang optimal bila didasari tekad yang kuat. Termasuk kualitas dan kuantitas ibadah kita . Ibarat seorang pendaki gunung bila ia mempunyai tekad yang kuat untuk bisa sampai ke puncak, maka ia akan terus meningkatkan kemapuannya.

Begitupun dengan seseorang yang ingin mendekatkan dirinya dengan Allah di atas segala-galanya. Terus dan terus ia meningkatkan amal ibadahnya. Senantiasa bermujahadah (ikhtiar yang sungguh-sungguh). Yaitu bermujahadah dalam taubat, mujahadah menjauhi maksiat, mujahadah di dalam taat, dan mujahadah memberi manfaat (Sumber: Majalah Swadaya DPU-DT).

Advertisements