Karena bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah serumpun dari bahasa melayu, sebagian besar nama-nama satwa memiliki sebutan yang sama. Namun yang unik, ada sejumlah hewan yang diberi nama sangat berbeda dari kedua negeri jiran ini.

Kalau saya bertanya apakah Anda mengetahui binatang apakah ‘sumpah-sumpah’, ini bukanlah ingin membuat ‘dikotomi’ apalagi mengolok-olok, terlebih-lebih istilah yang lazim dipakai di Malaysia ini tak tertutup kemungkinan juga dipakai oleh masyarakat Indonesia di kawasan Sumatera. Ini hanyalah sekadar tulisan ringan yang barangkali dapat menambah wawasan berbahasa kita.

Binatang yang dinamakan ‘sumpah-sumpah’ di Malaysia ini tak lain adalah bunglon(bahasa Inggris: chameleon) yakni sejenis kadal yang dapat berubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan di sekitarnya.

Pertanyaan saya yang kedua: binatang apakah yang di Malaysia dinamakan ‘pepatung’? Anda boleh menggunakan sedikit imaginasi untuk menebak binatang ini. Ya, pepatung adalah ‘capung’ dalam bahasa kita. Memang bila sudah hinggap pada sesuatu tempat, dia bisa mematung (bergeming) sampai berjam-jam lamanya.

Dalam istilah Malaysia selain dinamakan ‘pepatung’, dia juga disebut dengan ‘sibur-sibur’ (kalau yang ini saya belum bisa menjelaskan makna dari ‘sibur’).

Tebakan nama satwa berikutnya adalah ‘mentadakmemerang, dan arnab’. Dapatkah Anda menebak hewan apakah yang sebetulnya sudah sangat kita akrabi ini? ’Mentadak’ adalah ’belalang sembah’ (bahasa Inggris: praying mantis), ’memerang’ adalah ’berang-berang (bahasa Inggris: otter, beaver) yaitu sejenis anjing laut, sedangkan ’arnab’ tak lain adalah ’kelinci’.

Yang cukup menarik dari etymologi (asal usul) dari kedua istilah dari hewan yang bertelinga panjang ini, di Malaysia dinamai ’arnab’ menyerap dari bahasa Arab, sedangkan di Indonesia dinamakan ’kelinci’ menyerap dari bahasa Belanda ’konijntje’ (little rabbit) yang disesuaikan dengan lidah kita menjadi ’kelinci’.

Selanjutnya silahkan Anda menebak nama hewan ’seladangsesorok, dan tebuan’. Dengan menggunakan sedikit imaginasi, kita akan paham bahwa ’seladang’ adalah ’banteng’ (biasa digembala di ladang), ’sesorok’ adalah ’orong-orong’, atau ’anjing tanah’ dan dinamakan mole cricket dalam bahasa Inggris. Orong-orong ini memang terkenal suka menyorok (menyelinap) masuk ke liang-liang kecil.

Waktu saya kecil dulu, bilamana ada orong-orong masuk ke dalam rumah, maka anak-anak menutup liang telinga, karena mengikuti nasehat nenek agar dia tak menyusup ke lubang telinga. Lantas apakah ’tebuan’ ini? Tebuan adalah ’tawon’ (bahasa Inggris: hornet, wasp). Apakah ada kaitan namanya dengan pokok tebu yang menghasilkan gula ini? Mungkin saja, karena tawon ini sering mengunjungi serbuk putik bunga tebu untuk mengisap sari madunya.

Yang selalu terkenang bagi saya, adalah waktu anak-anak, bibi saya disengat tawon alias tebuan ini di kulit kepalanya. Tahukah Anda apa yang terjadi? Rambut di daerah kepala yang disengat tawon ini langsung berubah menjadi uban.

Dan sebagai penutup tulisan ringan ini saya mengetengahkan nama hewan berikut ini:undantempua, dan helang. Undan adalah ’burung pelikan’, tempua adalah ’burung manyar (bahasa Inggris: weaver bird) sedangkan helang tak lain ’burung elang’. Tibalah saatnya Anda menghitung berapa persen dari istilah-istilah yang saya sebutkan dapat Anda tebak dengan benar.

Advertisements