Seorang Nenek Babak Belur Dikeroyok Dua Nenek

Mata, kepala, dan kaki Lenteng (80) memar akibat dikeroyok dua nenek lain bernama Sapiah (70) dan Sungguh (75). Kejadian yang menimpa korban terjadi saat ketiganya yang berprofesi sebagai pedagang sayur-mayur di Pasar Sentral, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, itu terlibat cekcok. Lenteng disebutkan tak mau mendengar nasihat dua temannya dan hal itulah yang berujung pada pengeroyokan, Kamis (31/1/2013).

Lenteng (80), memperlihatkan luka lebam di bagian mata sebelah kanannya akibat dipukul dengan balok kayu oleh dua nenek lainnya.
Lenteng (80), memperlihatkan luka lebam di bagian mata sebelah kanannya akibat dipukul dengan balok kayu oleh dua nenek lainnya.

Di kantor Polsek Ujungbulu, Lenteng yang ditemani anak dan cucunya mengaku dikeroyok menggunakan balok kayu dan celengan tanah liat. “Iri ki itu sama saya karena saya sering diperhatikan dengan kepala pasar, sementara mereka tidak pernah diperhatikan,” kata Lenteng.

Lenteng mengaku sempat pingsan akibat penganiayaan itu. Lenteng baru siuman ketika petugas pasar membawa korban sampai ke rumahnya.

Di ruang terpisah, Sapiah dan Sungguh membantah tuduhan Lenteng. Menurut Sapiah, peritistiwa yang berakhir di kantor polisi itu berawal ketika Sapiah menasihati Lenteng untuk tidak lagi mencampuri urusan orang lain, apalagi mengejek-ngejek teman seprofesi. Nasihat itu malah disalahartikan oleh Lenteng. Lenteng malah melempar Sapiah dengan buah sukun tepat mengenai ulu hatinya.

Sapiah yang jengkel bermaksud ingin memukul Lenteng dengan balok kayu yang dipegangnya, tetapi tak mampu untuk berdiri hingga jatuh bersamaan dengan Lenteng. “Saya tidak tahu apa yang menyebabkan mata Lenteng memar. Tidak ada yang keroyok dia. Saya hanya mau membalas lemparannya, tetapi saya tidak mampu berdiri setelah ulu hati saya dilempar dengan buah sukun. Kalau tidak percaya ki, tanyakan teman-teman di pasar, banyak yang menyaksikan,” ungkap Sapiah.

Sapiah dan Sungguh mengaku pasrah atas tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Hingga kini, Satuan Reksrim Polsek Ujungbulu tengah mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang ada di sekitar pasar. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kedua terlapor yang dijemput di Pasar Sentral diamankan di sel Mapolsek Ujungbulu.

sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s