Pelajaran dari Negeri Samurai

Kebangkitan Jepang pasca Perang Dunia II serta gempa dan Tsunami yang melanda beberapa waktu lalu bukanlah keajaiban. Bila diperhatikan, Negeri Matahari Terbit ini memiliki etos kerja dan semangat juang dan disiplin yang sangat tinggi.

Beberapa nilai yang biasa diterapkan masyarakat Jepang dalam kehidupan sehari-hari antara lain: Bushido, Kai Zen, Keisan, dan Kedisiplinan pendekar Samurai.

  1. Bushido adalah semangat kerja keras. Manfaatnya sangatlah terlihat dari  semangat masyarakat Jepang yang terus-menerus menjadi Negara yang mau belajar dan mengembangkan diri. Orang-orang Jepang pun dikenal sebagai orang yang tidak cepat puas diri.
  2. Kai Zen adalah Komitmen. Pada prinsipnya, semua pekerjaan perlu dilaksanakan dan diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Efisien dan efektif, tak hanya didunia usaha dan dunia kerja dilingkungan sekolah, anak yang terlambat masuk sekolah sangatlah jarang ditemukan. Mereka biasanya datang tepat waktu.
  3. Keisan dapat diartikan sebagai kesinambungan dan kesungguhan dengan minat yang tinggi. Jepang merupakan bangsa yang ambisius. Segi positifnya negara Jepang terus menerus melakukan perubahan untuk menuju kearah yang lebih baik.
  4. Kedisiplinan samurai, tradisi bunuh diri para pendekar samurai yang gagal menjalankan tugas memang terdengar mengerikan dan sedikit horror, namun dibaliknya tersimpan nilai luhur yang bisa dipelajari, yaitu berani mempertanggungjawabkan perbuatan bila melakukan kesalahan atau kekalahan. Hal inilah yang membuat bangsa jepang memiliki dan menjaga harga diri, harkat dan martabat mereka.
  5. Mandiri, orang jepang dikenal sebagai orang-orang yang mandiri. Jarang sekali mahasiswa Jepang yang masih meminta uang kepada orang tuanya. Kebanyakan dari mereka sudah bekerja atau memiliki usaha sendiri atau pekerjaan sampingan untuk biaya sekolah atau biaya kehidupan sehari-hari mereka. Secara tidak langsung hal ini membentuk bangsa Jepang sebagai bangsa yang mandiri tanpa mengandalkan bantuan dari Negara lain.
  6. Kebiasaan membaca. Membaca sudah menjadi budaya dan kebutuhan bagi masyarakat Jepang. Didalam kereta, menunggu antrian, waktu luang, semua digunakan untuk membaca buku. Tak heran jika orang Jepang merupakan orang-orang yang pintar karena mereka rajin membaca.

Itulah beberapa kebiasaan dan budaya Orang Jepang yang patut kita tiru. Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan Klasika Kompas edisi 14 Januari 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s