Filosofi Kaca Spion

Setiap mahluk hidup pasti memiliki masa lalu. Ada manis ada pahit, ada suka ada duka. Kadang sukses kadang gagal, kadang disanjung kadang dihina. Ada tawa ada tangis, semua datang silih berganti seperti malam dan siang. Kita tidak akan pernah bisa menghindar darinya, karena ini adalah ketentuan-Nya. Sunatullah.

 Banyak orang yang ketika memiliki masa lalu kurang mengenakan, kurang baik mereka down, terpuruk dan terkurung dimasa lalu mereka. Mereka tidak bisa move on, karena mereka terkungkung dimasa lalu. Dan parahnya mereka seperti enggan beranjak ke masa kini terlebih kemasa depan. Mereka hanya hidup dimasa lalu.

 Ini tentu saja tidak baik dan membahayakan diri mereka sendiri, banyak orang menjadi stress, depresi bahkan menjadi orang gila karena mereka tidak mau move on, tidak mau bangkit dan hanya terkungkung dengan masa lalu. Bukankah kita hidup saat ini untuk masa depan kita? Bukankah masa depan itu jauh lebih penting dari masa lalu.

 Jika kita mau mengambil sedikit pelajaran dalam kehidupan tentang hal ini, salah satu hal yang bisa kita ambil pelajarannya adalah kaca spion. Kaca spion ibarat masa lalu dalam kehidupan kita. Kaca spion diciptakan/ dibuat dalam ukuran kecil, dan hanya dilihat sekali-sekali saja untuk memastikan bahwa dibelakang kita tidak ada yang salah, dan supaya kita lebih hati-hati dalam melangkah kedepan.

 Bayangkan jika kaca spion dibuat dalam ukuran besar, tentu kita tidak akan pernah bisa maju, bergerak. Kita terkurung dalam pandangan belakang kita. Kita terpenjara, demikian pula hidup kita, jika kita hanya terpaku ke masa lalu kita tidak akan bisa menjangkau masa depan.

 Masa lalu hanyalah masa lalu dan tetap akan menjadi masa lalu, apa pun kita dimasa lalu yang paling penting adalah masa depan kita. Masa lalu hanyalah buku panduan kita untuk berbuat lebih baik dimasa depan. Jangan mengulangi kesalahan kita dimasa lalu, masa lalu adalah panduan agar masa depan kita jauh lebih baik.

Satu hal yang perlu diingat adalah hidup kita saat ini adalah untuk masa depan bukan untuk masa lalu. Hidup kita didunia adalah untuk hidup kita di akhirat kelak bukan untuk hidup dirahim ibu. So, let’s move on.

tulisan ini dimuat juga disini.

2 thoughts on “Filosofi Kaca Spion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s