5 Cara Bijaksana Memberi Kritik

Sebuah kritikan sebenarnya sesuatu yang sangat berharga dan mempunyai tujuan yang baik. Bila bisa diterima dengan lapang dada, kita akan mampu mengoreksi kekeliruan yang terjadi dan membuat perbaikan.Bila tidak, yang terjadi hanya rasa tidak nyaman dan rasa gagal melakukan tugas.Sebaliknya, memberi kritik dianggap lebih mudah karena kita hanya menyampaikan apa yang tidak berkenan dari sisi kita. Padahal sebenarnya tidak juga. Memberi ataupun menerima kritikan sama-sama membutuhkan strategi dan kebijaksanaan. Isi kritikan haruslah yang berhubungan dengan pekerjaan, bukan yang menyangkut pribadi seseorang.

Kritikan juga seharusnya dilontarkan dengan tujuan agar si penerima kritik menjadi lebih baik lagi. Karena itulah, menurut Rizky Mahendra, MM, konsultan manajemen dan pemilik Muliarder Training Center, ada beberapa prinsip yang perlu digunakan saat kita harus memberikan kritik pada seseorang:

Gunakan strategi puji-kritik-puji. Memang terdengar agak aneh, tapi dengan begini orang yang Anda kritik justru merasa tidak tegang atau tersinggung. Awalilah dengan pujian, dan akhiri pula dengan pujian. Misalnya Anda akan mengkritik seseorang karena kekurangtelitiannya, katakan, “Saya perhatikan kamu selalu bekerja dengan penuh semangat, namun alangkah baiknya rasa semangat ini bisa dilengkapi juga dengan ketelitian dalam menyelesaikan hitungan. Tapi terus terang, saya salut dengan semangat kerja kamu.”

Pilih situasi dan kondisi yang tepat. Saat Anda mau menyampaikan kritik, sebaiknya lihat dulu situasi dan kondisi yang bersangkutan. Jika yang bersangkutan sudah menampakkan kondisi stres janganlah Anda tambahkan dengan memberikan kritikan. Tunggulah hingga waktu dan kondisi yang kondusif. Jika waktunya tidak tepat, tujuan dari kritik itu pun bisa tidak tercapai.

Harus sesuai fakta. Sebelum mengutarakan kritikan, kita harus yakin dengan apa yang akan disampaikan. Harus benar-benar paham dengan apa yang akan diutarakan. Jangan hanya berdasarkan asumsi atau informasi dari orang lain.

Atur bahasa tubuh. Saat memberikan kritikan pada seseorang, berilah kesempatan pada yang bersangkutan juga untuk mengutarakan alasannya. Saat seseorang mencoba untuk memberikan penjelasan, bahasa tubuh juga harus mencerminkan sikap yang terbuka terhadap penjelasan tersebut. Dari sinilah semua masalah akan menemukan jalan keluarnya.

Berikan waktu. Kritikan bukanlah hukuman, tapi sebuah koreksi agar yang bersangkutan menjadi lebih baik. Jika yang bersangkutan tidak bisa memberi respons langsung, berilah dia kesempatan lain. Secara psikologis sangat penting untuk memberikan ruang waktu antara saat kita memberikan kritikan dan penjelasan dari yang bersangkutan. Dengan begitu kita akan dinilai masih mempunyai empati terhadap yang bersangkutan.

Dikritik atau mengkritik dalam dunia kerja sudah merupakan hal lumrah dan wajar, karena menyangkut pencapaian sebuah target dan etos maupun etika kerja. Tetapi, harus dicamkan di sini, jika kritikan sudah di luar jalur pekerjaan dan sifatnya personal, tidak perlu ditanggapi atau abaikan saja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s