Televisi adalah salah satu alat hiburan yang hampir dimiliki oleh seluruh rumah di Indonesia, alat hiburan yang praktis dan relatif murah. Praktis karena kita tidak perlu repot-repot pergi keluar untuk mendapatkan hibran, cukup duduk manis dan nyalakan televisi dan hiburan pun segera tersaji didepan mata.

Televisi menawarkan banyak pilihan, ada hiburan, berita atau kabar, dan berbagai informasi baik yang bermanfaat maupun kurang bahkan tidak bermanfaat.

Fenomena yang muncul saat ini adalah makin banyaknya program televisi yang menjual air mata sebagai komoditi bisnis pertelevisian.

Acara-acara tersebut menjual air mata, menjual kesakitan, kemiskinan dan kepedihan si miskin. Okelah mungkin maksud cerita atau acara tersebut adalah untuk memancing simpati dan empati pemirsa, namun rasanya sangat keterlaluan jika air mata mereka dijadikan lahan bisnis.

Mungkin benar mereka diberi honor atas shooting atau pengambilan gambar mereka, namun tetap saja rasanya tidak pantas. Dan memang benar itu adalah realita kehidupan di Negeri kita, namun layakkah kita mengumbar penderitaan orang lain? Layakkah kita mempertontonkan kesedihan dan air mata orang lain?

Akan jauh lebih baik  jika acara yang ditampilkan adalah acara-acara edukasi, acara-acara tentang pendidikan, keterampilan, moral dan agama, atau mungkin acara-acara yang bersifat membangun karakter pemirsanya.

Terima kasih

Artikel juga dimuat di : Kompasiana

 

 

 

Advertisements