Pada musim panas saat matahari terik menyengat kulit, dua orang pria berjalan di sebuah jalan setapak yang kering dan gersang. Mereka tersesat dan harus berjalan 2 km lagi untuk menemukan sebuah desa untuk beristirahat. Sinar matahari yang menyengat kulit membuat keringat bercucuran, ditambah lagi kondisi jalan yang gersang tanpa pohon.

Mereka mulai merasa haus, kulit mereka mulai memerah karena terpaan langsung sinar matahari. Tampak dari kejauhan, sebatang pohon tua berdiri kokoh di sebuah ladang tua yang ditinggal pemiliknya. Dua pria itu langsung menghampiri pohon untuk berteduh sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah beberapa menit, salah satu pria berkata, “Pohon ini sangat tidak berguna, tidak menghasilkan buah atau kacang yang bisa kita makan.” ujarnya dengan nada suara kesal, “Kayunya juga sudah sangat lunak sehingga tidak bisa dipakai untuk apapun.” Pria yang satu lagi tersenyum, lalu mengatakan, “Jangan begitu, lihatlah pohon ini dari sudut pandang yang lain,” ujarnya, “Bukankah pohon ini sangat berguna dalam keadaan kita sekarang ini? Pohon ini menjadi pelindung kita dari sengatan sinar matahari, kita bisa saja mati kepanasan jika tidak ada pohon ini,” Moral dari cerita ini adalah melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, bahwa segala ciptaan Tuhan memiliki manfaat. Sehingga kita akan selalu bersyukur karenanya.

Advertisements