Arogansi itu Bernama Aparat

Lagi, lagi lagi dan lagi lagi… arogansi aparat menjadi tontonan public, setelah Genk Motor pita Kuning, kini Koboy Palmerah beraksi disiang bolong dan konyolnya dia mengeluarkan senjata yang kemudian disebut sebagai air soft gun. Beberapa kejadian konyol diatas makin menegaskan betapa Aparat di negeri ini masih banyak yang sangat arogan dan bersikap sewenang-wenang.

Koboy Palmerah Beraksi

Kejadian diatas hanyalah contoh kecil dari sekian banyaknya kasus arogansi dan kesewang-wenangan aparat, mulai dari ngebut dijalanan, tidak mau mengalah, dan lain-lain. Tentu saja hal ini dikarenakan mereka menganggap atau merasa bahwa mereka adalah yang berkuasa dan berwenang. Ini sungguh menyedihkan, dimana seharusnya aparat menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat ini malah jadi monster yang menakut-nakuti masyarakat/ warga dengan berbagai aksi beringas mereka.

Butuh Pembinaan

Penggunaan senjata api atau pun yang menyerupai seperti air soft gun jelas tidak bebas, meski sudah memiliki izin atau sudah terdaftar sebagai anggota Perbakin, tetap saja mengumbar senjata dimuka umum tidak dibenarkan. Sepengetahuan saya meski pun air soft gun tetap saja berbahaya jika ditembakan pada jarak dekat, bahkan bias merobek kulit (kebetulan saya sering ikut latihan dengan menggunakan air soft gun).

Dari beberapa kasus diatas nampaknya ada yang salah dalam pembinaan anggota TNI maupun POLRI, pembinaan baik dari sisi mental, psikologi maupun sisi lainnya. Sehingga ketika menghadapi masalah mereka para aparat tidak main cabut senjata atau pamer senjata. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh, senjata api adalah senjata yang sama sekali tidak layak digunakan untuk keseharian terlebih ketika berhadapan dengan rakyat sipil.

Pembinaan yang intens dan berkesinambungan harus terus dilakukan supaya para aparat kita bisa membuka mata mereka tentang fungsi dan peranan mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan sebagai algojo, bukan pula sebagai backing-an bagi para penguasa atau orang berduit, tapi sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Sebagai mitra bukan sebagai raksasa yang menakut-nakuti warga.

Semoga para petinggi di TNI dan POLRI melek dan makin meningkatkan dan terus  meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap bawahannya. Semoga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s